Cara Merawat Bayi Buaya Rawa agar Terhindar dari Keganasannya

Senin, 17 Oktober 2022 - 15:27 WIB
loading...
Cara Merawat Bayi Buaya...
Cara Merawat Bayi Buaya Rawa. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Cara merawat bayi buaya rawa menjadi aktivitas yang tidak biasa, pasalna buaya rawa termasuk dalam spesies buaya yang mudah ditemukan dan ganas.

Seperti namanya, buaya ini berhabitat di air tawar, seperti rawa-rawa, namun terkadang dapat ditemukan juga di sungai, danau, dan muara.

BACA JUGA - 70 Persen Buaya Betina Terbukti Setia, Buaya Jantan?

Buaya rawa bereproduksi dengan cara bertelur, nantinya telur tersebut akan disimpan demgan cara ditimbun tanah atau daun selama 89 hari. Saat hendak menetas, bayi akan berusaha memanggil sang induknya untuk memberi sinyal bahwa ia akan menetas.

Usia bayi buaya rawa dimulai sejak ia menetas hingga satu tahun. Memiliki gaya hidup semi-akuatik, hendaknya, Anda menyiapkan kandang yang cukup besar, minimal 3-4 kali lebih besar dari tubuh sang bayi buaya rawa.

Kandang pun harus dilengkapi oleh area dengan lahan kering dan area basah dengan sedikit air. Namun, karena ukuran bayi buaya saat menetas hanya sekitar 20 cm, Anda dapat menggunakan akuarium kaca atau kandang berbahan kayu dan besi.

Perhatikan suhu pada udara serta air agar tetap hangat dan bersih. Bayi buaya rawa membutuhkan suhu hangat sepanjang harinya, sehingga Anda membutuhkan alat pemanas. Suhu tubuh yang disukai oleh buaya berkisar antara 84-93° F atau setara dengan 29-34°C.

Jika suhu tubuhnya terlalu hangat maka buaya akan secara mandiri untuk mendinginkan diri dengan merendam tubuhnya, dan jika suhu tubuhnya terlalu dingin maka buaya akan menghangatkan dirinya dengan berjemur. Oleh karena itu, disarankan agar kandang buaya terpapar sedikit sinar matahari.

Disarankan untuk tidak sering berkontak fisik dengan bayi buaya rawa, karena pada dasarnya hewan tersebut merupakan predator puncak dan harus mempertahankan insting berburunya. Kemudian, berikan bayi buaya rawa makan sekitar satu sampai tiga kali seminggu

Hendaknya, memberi bayi buaya makan berupa hewan utuh bertulang yang segar, seperti ikan, katak, tikus, ayam, dan mamalia berukuran kecil lainnya, sebab ia membutuhkan kalsium dari tulang-tulang tersebut. Lalu, ia akan mencerna makanan serta kalsium didalamnya, dengan bantuan sinar matahari atau sinar UVA UVB. Apabila makanannya tak tersentuh selama 24 jam, Anda perlu menggantinya, sebab daging-daging tersebut akan membusuk dan mempengaruhi kesehatan bayi buaya.

Saat dipindahkan ke kolam yang baru, bayi buaya yang malu akan menghabiskan waktunya di bawah air untuk menenangkan diri. Setelah itu, ia akan mengambang sembari mencari makanan.

Meski masih bayi, ia cukup responsif saat menerima sentuhan karena menganggapnya sebagai ancaman, lalu mulai memberontak dengan menggoyangkan tubuh serta kepalanya, seraya membuka moncongnya lebar-lebar.

Maka dari itu, pastikan bayi buaya rawa selalu berada di kandangnya, sebab gigitannya sudah mampu melukai siapapun. Jika ingin memegang bayi buaya, tangan kanan harus berada di atas untuk mencengkram lehernya dengan kuat dan tangan kiri berada di bawah tubuhnya.

Hal itu dilakukan untuk menahan serangan dari moncong dan ekor. Anda juga dapat menggunakan bantuan tali untuk mengikat moncongnya, namun jangan lupa untuk melepas saat bayi buaya sudah berada di kandang.

MG/Afridha Khalila
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Rekomendasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Berita Terkini
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved