Body BatteryTM, Teknologi di Smartwacth yang Bisa Kenali Sinyal Tubuh

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 20:37 WIB
loading...
Body BatteryTM, Teknologi...
Body BatteryTM adalah fitur yang mengkombinasikan variabilitas detak jantung, stres, dan aktivitas untuk memperkirakan cadangan energi yang pengguna miliki sepanjang hari. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Seringkali, tubuh mengirimkan beberapa sinyal kepada kita. Terkadang kita tidak menyadarinya sampai tubuh kita menyerah dan jatuh sakit. Terkadang kita mengabaikan sinyal dan mendongkraknya dengan minuman berkafein atau berenergi, padahal sebenarnya tubuh butuh istirahat.

Garmin ingin penggunanya lebih sadar akan tubuhnya. Garmin selalu konsisten menghadirkan jam tangan pintar dengan fitur kebugaran dan kesehatan yang lengkap. Salah satu fitur canggih yang dimiliki smartwatch Garmin adalah Body BatteryTM, yang dapat melacak tingkat energi dalam tubuh melalui jam tangan pintar Garmin.

BACA JUGA - Jam Tangan Misterius Kurt Cobain yang Tak Banyak Orang Tahu

Body BatteryTM adalah fitur yang mengkombinasikan variabilitas detak jantung, stres, dan aktivitas untuk memperkirakan cadangan energi yang pengguna miliki sepanjang hari. Ini merekam dan menampilkan angka dari 1-100 yang mewakili tingkat energi dari pengguna.

Semakin tinggi angkanya, semakin banyak energi yang dimiliki pengguna untuk menyelesaikan beragam tugas dan aktivitas sepanjang hari. Sementara jika angkanya lebih rendah mungkin menunjukkan sudah waktunya untuk menghemat energi.

Body BatteryTM biasanya menunjukkan angka paling tinggi setelah bangun dari tidur malam yang nyenyak. Angkanya akan terus berkurang secara alami saat pengguna menjalankan aktivitas sehari-hari.

Aktivitas berat, stres dan olahraga yang intensif akan menguras Body BatteryTM lebih cepat, tetapi ini tidak selalu berarti buruk. Apa pun yang mempengaruhi variabilitas detak jantung dapat mempercepat pengurasan Body BatteryTM pengguna, mencakup tekanan fisik, emosional, dan penyakit. Jika smartwatch mendeteksi peningkatan detak jantung dan stres, ini akan menyebabkan Body BatteryTM terkuras.

Untuk mengisi ulang Body BatteryTM, pengguna diharuskan mendapatkan tidur malam yang baik dan berkualitas saat menggunakan smartwatch Garmin. Tidur dalam waktu yang lama tidak berarti Anda memiliki tidur nyenyak, itu bisa berarti buruk atau sekadar cukup.

Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur Anda. Untuk mendapatkan tidur malam yang baik, cobalah untuk menghindari kafein, alkohol, atau berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur karena akan menunda proses pemulihan.

Karena otak Anda adalah bagian dari tubuh Anda, kemampuan Anda untuk berpikir, fokus, memecahkan masalah, mengatur emosi, dan mengatasi hal-hal terkait dan dipengaruhi oleh keadaan fisiologis Anda.

Saat Anda cukup istirahat dan Body BatteryTM Anda terisi, Anda mungkin akan menyadari bahwa Anda juga berada atau mendekati puncak kekuatan mental Anda. Anda akan merasa segar secara fisik dan mental, mengetahui kapan waktunya untuk menyelesaikan sesuatu.

Untuk mendapatkan hasil Body BatteryTM yang akurat, Anda disarankan untuk menggunakan smartwatch Garmin secara konsisten. Dengan pengukuran tingkat energi yang akurat dalam tubuh, fitur Body Battery akan membantu pengguna mengambil keputusan.

Smartwatch Garmin membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari untuk mempelajari tubuh dan kebiasaan pengguna sehingga jam tangan lebih mengenal pengguna dan memberikan data yang akurat. Fitur Body BatteryTM didukung oleh Firstbeat Analytics.

Body BatteryTM dapat membantu mengatur kapan dan berapa lama olahraga dapat dilakukan, serta mendorong istirahat yang cukup untuk menghadapi aktivitas atau hari-hari sibuk yang akan datang.

Pengguna bisa menentukan waktu yang tepat untuk berolahraga dengan menu latihan yang lebih banyak, kapan waktunya tubuh siap menjalankan aktivitas berat dan tentunya mengetahui waktunya tubuh membutuhkan istirahat. Fitur Body BatteryTM ini dapat ditemukan di berbagai model smartwatch Garmin.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Berusia 5.000...
Misteri Berusia 5.000 Tahun, Mengapa Jam Memiliki 60 Menit?
Smartwatch Rp12 Juta...
Smartwatch Rp12 Juta yang Bisa Menyelam 150 Meter: Huawei Watch Ultimate 2 Resmi Hadir
Jam Antarplanet untuk...
Jam Antarplanet untuk Mengukur Waktu di Alam Semesta Diciptakan
Meta Akan Meluncurkan...
Meta Akan Meluncurkan Smartwatch Malibu 2 Tahun Ini
DIlengkapi 170 Mode...
DIlengkapi 170 Mode Sport, Baterai Amazfit Active Max Sampai 25 Hari
Jam Saku Berlapis Emas...
Jam Saku Berlapis Emas Milik Pasangan Penumpang Titanic Terjual Rp38 Miliar Lebih
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
Singapura Larang Siswa...
Singapura Larang Siswa Gunakan HP dan Smartwatch di Sekolah Mulai 2026
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved