Bisa Mematikan, Ini Aturan Internasional tentang Penggunaan Gas Air Mata
Kamis, 06 Oktober 2022 - 06:00 WIB
loading...
Penggunaan gas air mata memiliki peraturan yang sangat ketat karena bisa mematikan. Foto/DOK. ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Aturan internasional tentang penggunaan gas air mata menjadi hal yang penting untuk diketahui. Sebab, gas air mata dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan bahkan mengakibatkan kematian.
Penggunaan gas air mata jadi sorotan saat digunakan oleh pihak kepolisian guna meredam aksi suporter Arema FC yang masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam lalu. Penggunaan gas air mata itu justru menewaskan lebih dari seratus nyawa suporter Arema FC. Berdasarkan data terbaru, terdapat 130 korban tewas akibat tragedi Kanjuruhan.
Banyaknya korban tewas serta luka-luka di Stadion Kanjuruhan , Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, diduga karena tembakan gas air mata yang berlebihan. Polisi menembakkan gas air mata untuk mengurai konsentrasi massa yang masuk ke lapangan.
Tidak hanya itu, polisi juga mengarahkan tembakan gas air mata ke tribun. Akibatnya, penonton mengalami kekurangan oksigen dan sesak napas, di tengah kepanikan dan berdesak-desakan saat mencoba keluar stadion.
Baca juga : BMW E30 Andre Taulany Satu-satunya di Dunia tapi Kalah di Perang Bintang
Penggunaan gas air mata jadi sorotan saat digunakan oleh pihak kepolisian guna meredam aksi suporter Arema FC yang masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam lalu. Penggunaan gas air mata itu justru menewaskan lebih dari seratus nyawa suporter Arema FC. Berdasarkan data terbaru, terdapat 130 korban tewas akibat tragedi Kanjuruhan.
Banyaknya korban tewas serta luka-luka di Stadion Kanjuruhan , Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, diduga karena tembakan gas air mata yang berlebihan. Polisi menembakkan gas air mata untuk mengurai konsentrasi massa yang masuk ke lapangan.
Tidak hanya itu, polisi juga mengarahkan tembakan gas air mata ke tribun. Akibatnya, penonton mengalami kekurangan oksigen dan sesak napas, di tengah kepanikan dan berdesak-desakan saat mencoba keluar stadion.
Baca juga : BMW E30 Andre Taulany Satu-satunya di Dunia tapi Kalah di Perang Bintang
Lihat Juga :