Riset Terbaru Sebut 88% Karyawan di Indonesia Siap Meeting Metaverse
Rabu, 28 September 2022 - 12:58 WIB
loading...
lebih dari setengah (55 persen) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi. FOTO/ IST
A
A
A
MENLO PARK - Penelitian global terbaru yang dilakukan oleh Ciena (NYSE: CIEN) mendapati kesiapan para profesional bisnis untuk berkolaborasi di dunia virtual.
Yang mengejutkan, sebanyak 98 persen responden di Indonesia mengakui value dari rapat virtual, dan 88 persen menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78 persen.
Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66 persen pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual dan minimalnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka.
Sementara lebih dari setengah (55 persen) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi. Begitu juga mayoritas profesional bisnis di Indonesia (92 persen) sudah merasa nyaman menggelar rapat formal, contohnya rapat HR, di ruang virtual.
Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas.
Sebanyak 59 persen responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual. Faktor lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52 persen), atau teknologi yang belum tersedia (43 persen).
BACA JUGA - Hasil Survei: 55% Responden Minta PSBB Dihentikan
Yang mengejutkan, sebanyak 98 persen responden di Indonesia mengakui value dari rapat virtual, dan 88 persen menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78 persen.
Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66 persen pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual dan minimalnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka.
Sementara lebih dari setengah (55 persen) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi. Begitu juga mayoritas profesional bisnis di Indonesia (92 persen) sudah merasa nyaman menggelar rapat formal, contohnya rapat HR, di ruang virtual.
Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas.
Sebanyak 59 persen responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual. Faktor lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52 persen), atau teknologi yang belum tersedia (43 persen).
BACA JUGA - Hasil Survei: 55% Responden Minta PSBB Dihentikan
Lihat Juga :