Fosil Ikan Lapis Baja Berusia 439 Juta Tahun Ditemukan di China, Dianggap Nenek Moyang Hiu Modern
Kamis, 29 September 2022 - 17:23 WIB
loading...
Ahli paleontologi merekonstruksi fragmen kerangka kecil ikan lapis baja yang hidup 439 juta tahun lalu. Foto/DailyMail
A
A
A
BEIJING - Ahli paleontologi merekonstruksi fragmen kerangka kecil ikan lapis baja yang hidup 439 juta tahun lalu. Fosil yang ditemukan di Kabupaten Shiqian, Provinsi Guizhou, China Selatan diyakini sebagai nenek moyang hiu modern .
Makhluk dengan baju besi di bagian luar tubuh memiliki beberapa pasang duri sirip yang memisahkannya dari ikan berahang hidup seperti hiu dan pari bertulang rawan. Tim paleontologi juga menemukan sekitar 20 gigi dari spesies baru bernama Fanjingshania.
Penemuan ini memungkinkan ilmuwan untuk menentukan bahwa mereka hanya bisa berasal dari ikan dengan rahang melengkung yang mirip dengan hiu modern. “Ini adalah ikan berahang tertua dengan anatomi yang diketahui,” kata Profesor Zhu Min dari Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing dikutip SINDOnews dari laman DailyMail, Kamis (29/9/2022).
Baca juga; Ini Alasan Florida Dijuluki Pusat Fosil Hiu dan Pari Dunia
Fanjingshania memiliki beberapa ciri yang berbeda dari vertebrata mana pun, khususnya pelat gelang bahu dermal yang menyatu sebagai satu unit dengan sejumlah duri di dada, prepektoral, dan prepelvis. Duri sirip makhluk itu adalah salah satu temuan terbesar, karena fitur tersebut membantu para ilmuwan menentukan posisi spesies baru dalam pohon evolusi vertebrata awal.
Makhluk dengan baju besi di bagian luar tubuh memiliki beberapa pasang duri sirip yang memisahkannya dari ikan berahang hidup seperti hiu dan pari bertulang rawan. Tim paleontologi juga menemukan sekitar 20 gigi dari spesies baru bernama Fanjingshania.
Penemuan ini memungkinkan ilmuwan untuk menentukan bahwa mereka hanya bisa berasal dari ikan dengan rahang melengkung yang mirip dengan hiu modern. “Ini adalah ikan berahang tertua dengan anatomi yang diketahui,” kata Profesor Zhu Min dari Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing dikutip SINDOnews dari laman DailyMail, Kamis (29/9/2022).
Baca juga; Ini Alasan Florida Dijuluki Pusat Fosil Hiu dan Pari Dunia
Fanjingshania memiliki beberapa ciri yang berbeda dari vertebrata mana pun, khususnya pelat gelang bahu dermal yang menyatu sebagai satu unit dengan sejumlah duri di dada, prepektoral, dan prepelvis. Duri sirip makhluk itu adalah salah satu temuan terbesar, karena fitur tersebut membantu para ilmuwan menentukan posisi spesies baru dalam pohon evolusi vertebrata awal.
Lihat Juga :