Jejak Awal Penggunaan Opium Ditemukan di Israel, Bagian dari Persembahan kepada Para Dewa
Sabtu, 24 September 2022 - 13:12 WIB
loading...
Bukti paling awal penggunaan opium di dunia kuno telah ditemukan di sebuah situs pemakaman di Israel tengah dari abad ke-14 SM selama Zaman Perunggu Akhir. Foto/Live Science/ Israel Antiquities Authority
A
A
A
TEL AVIV - Bukti paling awal penggunaan opium di dunia kuno telah ditemukan di sebuah situs pemakaman di Israel tengah. Ilmuwan menemukan delapan dari 22 bejana keramik mengandung sejumlah kecil narkotika, berasal dari sekitar abad ke-14 SM selama Zaman Perunggu Akhir.
Residu narkotika, yang dibuat dari kapsul biji tanaman opium, ditemukan di dalam lebih dari setengah lusin bejana tembikar berusia 3.500 tahun. Situs pemakaman tersebut terletak di Tel Yehud di luar Tel Aviv, sebuah wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai Kanaan.
Arkeolog dari Israel Antiquities Authority dan Weizmann Institute of Science menemukan lubang makam selama penggalian pada tahun 2012. Namun, mereka menemukan tembikar opium, di samping sisa-sisa kerangka laki-laki yang meninggal antara 40 dan 50 tahun pada penggalian kembali tahun 2017.
Baca juga; Arkeolog Khawatir Taliban Ubah Situs Kuno Jadi Ladang Opium
Menurut penelitian yang diterbitkan 2 Juli di jurnal Archaeometry, setelah menguji 22 toples dan juglet penyimpanan menggunakan analisis kimia, para peneliti menemukan bahwa delapan dari bejana keramik mengandung sejumlah kecil zat yang sangat adiktif. Dari potongan-potongan yang dites positif, beberapa tampak mirip dengan bentuk bulat dari kapsul poppy terbalik.
Residu narkotika, yang dibuat dari kapsul biji tanaman opium, ditemukan di dalam lebih dari setengah lusin bejana tembikar berusia 3.500 tahun. Situs pemakaman tersebut terletak di Tel Yehud di luar Tel Aviv, sebuah wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai Kanaan.
Arkeolog dari Israel Antiquities Authority dan Weizmann Institute of Science menemukan lubang makam selama penggalian pada tahun 2012. Namun, mereka menemukan tembikar opium, di samping sisa-sisa kerangka laki-laki yang meninggal antara 40 dan 50 tahun pada penggalian kembali tahun 2017.
Baca juga; Arkeolog Khawatir Taliban Ubah Situs Kuno Jadi Ladang Opium
Menurut penelitian yang diterbitkan 2 Juli di jurnal Archaeometry, setelah menguji 22 toples dan juglet penyimpanan menggunakan analisis kimia, para peneliti menemukan bahwa delapan dari bejana keramik mengandung sejumlah kecil zat yang sangat adiktif. Dari potongan-potongan yang dites positif, beberapa tampak mirip dengan bentuk bulat dari kapsul poppy terbalik.
Lihat Juga :