Ilmuwan Kelabakan Memahami Cuaca Super-Ekstrem yang Terjadi di China
Jum'at, 23 September 2022 - 10:31 WIB
loading...
Cuaca super-ekstrem yang terjadi di China kini mulai semakin mengkhawatirkan dan membingungkan ilmuwan. Foto/Financial Times
A
A
A
JAKARTA - Ilmuwan berusaha keras memahami cuaca super-ekstrem yang terjadi di China . Cuaca tersebut membuat dataran di China kekeringan dan terbakar.
Cuaca ekstrem yang ada di China memang benar-benar luar biasa. Banyak wilayah di China berhasil mencetak rekor gelombang panas tertinggi di dunia selama dua bulan belakangan ini. Kondisi itu membuat beberapa wilayah di China mengalami kekeringan terburuk dalam hampir 40 tahun belakangan ini.
Para peneliti sekarang mencoba memahami kondisi yang memicu peristiwa ekstrem seperti itu, karena banyak proyeksi yang gagal. “Kami tidak memperkirakan bahwa intensitasnya akan begitu tinggi,” kata Sun Shao, ahli iklim di Akademi Ilmu Meteorologi China di Beijing dikutip Nature.
Baca juga : Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina
![Ilmuwan Kelabakan Memahami Cuaca Super-Ekstrem yang Terjadi di China]()
Tingkat keparahan gelombang panas dan kekeringan yang terjadi di China memang memaksa para ilmuwan dengan cepat memahami peristiwa ekstrem yang terjadi bersamaan itu. Diperlukan pemahaman model iklim untuk menilai dampaknya dengan lebih baik. Misalnya, kekeringan di lembah Sungai Yangtze memburuk dengan cepat karena efek gabungan dari suhu tinggi dan kurangnya hujan.
“Peristiwa gabungan menyebabkan lebih banyak bencana,” kata Wang Aihui, ilmuwan atmosfer di Institute of Atmospheric Physics, Chinese Academy of Sciences di Beijing.
Cuaca ekstrem yang ada di China memang benar-benar luar biasa. Banyak wilayah di China berhasil mencetak rekor gelombang panas tertinggi di dunia selama dua bulan belakangan ini. Kondisi itu membuat beberapa wilayah di China mengalami kekeringan terburuk dalam hampir 40 tahun belakangan ini.
Para peneliti sekarang mencoba memahami kondisi yang memicu peristiwa ekstrem seperti itu, karena banyak proyeksi yang gagal. “Kami tidak memperkirakan bahwa intensitasnya akan begitu tinggi,” kata Sun Shao, ahli iklim di Akademi Ilmu Meteorologi China di Beijing dikutip Nature.
Baca juga : Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina

Tingkat keparahan gelombang panas dan kekeringan yang terjadi di China memang memaksa para ilmuwan dengan cepat memahami peristiwa ekstrem yang terjadi bersamaan itu. Diperlukan pemahaman model iklim untuk menilai dampaknya dengan lebih baik. Misalnya, kekeringan di lembah Sungai Yangtze memburuk dengan cepat karena efek gabungan dari suhu tinggi dan kurangnya hujan.
“Peristiwa gabungan menyebabkan lebih banyak bencana,” kata Wang Aihui, ilmuwan atmosfer di Institute of Atmospheric Physics, Chinese Academy of Sciences di Beijing.
Lihat Juga :