Malware Berbahaya Berkedok Cheat Game di YouTube Semakin Mengkhawatirkan
Selasa, 20 September 2022 - 11:01 WIB
loading...
Malware berbahaya disebarkan melalui tautan di deskripsi berbagai video YouTube. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Cheat game menjadi barang yang banyak diburu para gamer . Dan ini rupanya dimanfaatkan para penjahat siber untuk menebar malware berbahaya yang dapat mencuri berbagai jenis kredensial dari sistem korban.
Sebuah laporan dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky mengatakan bahwa saat ini banyak penjahat siber yang malware berbahaya dengan kedok cheat game. Aksi para penjahat ini marak dilakukan di platform YouTube.
Mereka akan memberi link atau tautan berisi malware di dalam deskripsi video YouTube yang membahas tentang cheat game. Jika tautan tersebut di-klik, maka malware akan masuk ke sistem korban dan dengan cepat melancarkan aksi peretasan.
Seperti dilansir dari TechSpot, setelah malware diaktifkan, payload yang juga dikenal sebagai RedLine akan mencuri data dari browser berbasis Chrome, Firefox, dan Chromium, termasuk informasi sensitif lainnya.
Belum lagi nama pengguna, kata sandi, cookie, dan kredensial perbankan juga akan diambil. Memungkinkan penjahat untuk mencuri informasi dari dompet kripto, perangkat lunak pesan instan, FTP, SSH, dan klien VPN.
Sebuah laporan dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky mengatakan bahwa saat ini banyak penjahat siber yang malware berbahaya dengan kedok cheat game. Aksi para penjahat ini marak dilakukan di platform YouTube.
Mereka akan memberi link atau tautan berisi malware di dalam deskripsi video YouTube yang membahas tentang cheat game. Jika tautan tersebut di-klik, maka malware akan masuk ke sistem korban dan dengan cepat melancarkan aksi peretasan.
Seperti dilansir dari TechSpot, setelah malware diaktifkan, payload yang juga dikenal sebagai RedLine akan mencuri data dari browser berbasis Chrome, Firefox, dan Chromium, termasuk informasi sensitif lainnya.
Belum lagi nama pengguna, kata sandi, cookie, dan kredensial perbankan juga akan diambil. Memungkinkan penjahat untuk mencuri informasi dari dompet kripto, perangkat lunak pesan instan, FTP, SSH, dan klien VPN.
Lihat Juga :