Peluncuran Blue Origin Gagal Akibat Anomali, Kapsul New Shepard Mendarat Selamat
Selasa, 13 September 2022 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Kemungkinan memerlukan waktu untuk melakukan penyelidikan. “Untuk informasi lebih lanjut akan disampaikan segera," tulis Blue Origin dalam sebuah tweet dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Selasa (13/9/2022).
Ini merupakan anomali penerbangan kedua yang dialami oleh program New Shepard. Yang pertama terjadi selama peluncuran debut kendaraan pada tahun 2015, ketika booster tahap pertama jatuh alih-alih mendarat.
Baca juga; Peluncuran Pertama Roket Astra Gagal, 4 Satelit Penting yang Dibawa Hilang
Blue Origin awalnya berharap meluncurkan misi hari ini yang disebut NS-23, karena itu adalah penerbangan New Shepard ke-23. Misi NS-23 tidak membawa turis atau astronot luar angkasa. Itu adalah penerbangan kargo yang membawa 36 muatan dalam perjalanan singkat ke ruang suborbital dan kembali, 18 di antaranya didanai oleh NASA.
Bagaimana nasib muatan yang dibawa kapsul New Shepard belum diketahui secara jelas. "Dua puluh empat muatan berasal dari sekolah K-12, universitas, dan organisasi yang berfokus pada STEM (singkatan dari sains, teknologi, teknik, dan matematika)," tulis Blue Origin.
Ini merupakan anomali penerbangan kedua yang dialami oleh program New Shepard. Yang pertama terjadi selama peluncuran debut kendaraan pada tahun 2015, ketika booster tahap pertama jatuh alih-alih mendarat.
Baca juga; Peluncuran Pertama Roket Astra Gagal, 4 Satelit Penting yang Dibawa Hilang
Blue Origin awalnya berharap meluncurkan misi hari ini yang disebut NS-23, karena itu adalah penerbangan New Shepard ke-23. Misi NS-23 tidak membawa turis atau astronot luar angkasa. Itu adalah penerbangan kargo yang membawa 36 muatan dalam perjalanan singkat ke ruang suborbital dan kembali, 18 di antaranya didanai oleh NASA.
Bagaimana nasib muatan yang dibawa kapsul New Shepard belum diketahui secara jelas. "Dua puluh empat muatan berasal dari sekolah K-12, universitas, dan organisasi yang berfokus pada STEM (singkatan dari sains, teknologi, teknik, dan matematika)," tulis Blue Origin.

Lihat Juga :