Masalah Sampah Plastik di Bumi dan Cara Penanggulangannya saat Pandemik
Rabu, 01 Juli 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di Tanah Air, pemerintah menargetkan untuk mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70% pada tahun 2025, dan mewujudkan Indonesia bebas sampah plastik pada 2040.
Merespon hal tersebut, mengutip laman Greenpeace, National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia memuat sejumlah langkah progresif. Antara lain reduksi plastik menjadi prioritas utama.
“Reduksi ini perlu benar-benar diimplementasikan, mengingat regulasi yang mengaturnya belum memaksa produsen kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG), untuk mengubah kemasannya dengan menghindari plastik sekali pakai,” ujar Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia.
Kemudian mendesain ulang (redesign) produk plastik seharusnya lebih berfokus untuk penggunaan kembali (reuse), ketimbang untuk daur ulang (recycle).
Terlebih, mengingat belum adanya sistem pemilahan ideal dalam sistem pengelolaan sampah nasional, serta tingkat daur ulang dalam negeri yang masih terhitung rendah, yaitu sekitar 10%.
Lalu masalah sampah plastik impor belum menjadi perhatian pemerintah. Indonesia telah menjadi pengimpor sampah plastik yang akhirnya menambah sekitar 220.000 ton ke volume sampah nasional.
“Pemerintah harus menutup keran impor sampah plastik seperti negara Asia Tenggara lainnya. Pasalnya, sampah plastik impor ini didominasi sampah rumah tangga yang tidak bisa didaur ulang,” tegas Atha.
Merespon hal tersebut, mengutip laman Greenpeace, National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia memuat sejumlah langkah progresif. Antara lain reduksi plastik menjadi prioritas utama.
“Reduksi ini perlu benar-benar diimplementasikan, mengingat regulasi yang mengaturnya belum memaksa produsen kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG), untuk mengubah kemasannya dengan menghindari plastik sekali pakai,” ujar Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia.
Kemudian mendesain ulang (redesign) produk plastik seharusnya lebih berfokus untuk penggunaan kembali (reuse), ketimbang untuk daur ulang (recycle).
Terlebih, mengingat belum adanya sistem pemilahan ideal dalam sistem pengelolaan sampah nasional, serta tingkat daur ulang dalam negeri yang masih terhitung rendah, yaitu sekitar 10%.
Lalu masalah sampah plastik impor belum menjadi perhatian pemerintah. Indonesia telah menjadi pengimpor sampah plastik yang akhirnya menambah sekitar 220.000 ton ke volume sampah nasional.
“Pemerintah harus menutup keran impor sampah plastik seperti negara Asia Tenggara lainnya. Pasalnya, sampah plastik impor ini didominasi sampah rumah tangga yang tidak bisa didaur ulang,” tegas Atha.
Lihat Juga :