Susul Jejak Apolo, Ini Alasan Kuat NASA Jalankan Misi Artemis
Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
"Kami melakukan perjalanan 250.000 mil ke Bulan untuk mendemonstrasikan teknologi, kemampuan, dan pendekatan bisnis baru yang diperlukan untuk eksplorasi Mars di masa depan, yang jaraknya bisa sejauh 250 juta mil dari rumah," katanya.
Misi Artemis II akan mengirim empat astronot dalam penerbangan mengelilingi Bulan. Hanya dalam waktu 10 hari, mereka akan melakukan perjalanan 4.600 mil di luar sisi jauh Bulan. Penerbangan itu akan membawa para astronot lebih jauh ke tata surya daripada yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya.
Inti dari misi ini adalah untuk mengkonfirmasi lebih lanjut bahwa sistem pesawat ruang angkasa NASA siap membawa kru ke luar angkasa. Para kru akan dapat menguji sistem pendukung kehidupan pesawat ruang angkasa Orion, serta sistem komunikasi dan navigasinya.
Orion akan terbang sebentar di luar jangkauan satelit GPS dan Satelit Pelacakan dan Relay Data dari Jaringan Luar Angkasa NASA - ini berarti krunya akan bergantung pada Jaringan Luar Angkasa agensi untuk menavigasi dan berkomunikasi dengan kontrol misi.
Sayangnya NASA belum memutuskan astronot mana yang akan melakukan perjalanan ke Bulan. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengatakan pihaknya berharap dapat memilih astronot mana yang akan terbang dengan Artemis II akhir tahun ini.
Misi Artemis III akan membawa astronot ke Kutub Selatan Bulan, sebuah area di Bulan di mana manusia belum menginjakkan kaki. Para ilmuwan memperkirakan Kutub Selatan bulan kaya akan sumber daya potensial, termasuk air. Para astronot akan mencari sumber daya ini dan mencari peluang untuk memanfaatkannya.
Misi Artemis II akan mengirim empat astronot dalam penerbangan mengelilingi Bulan. Hanya dalam waktu 10 hari, mereka akan melakukan perjalanan 4.600 mil di luar sisi jauh Bulan. Penerbangan itu akan membawa para astronot lebih jauh ke tata surya daripada yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya.
Inti dari misi ini adalah untuk mengkonfirmasi lebih lanjut bahwa sistem pesawat ruang angkasa NASA siap membawa kru ke luar angkasa. Para kru akan dapat menguji sistem pendukung kehidupan pesawat ruang angkasa Orion, serta sistem komunikasi dan navigasinya.
Orion akan terbang sebentar di luar jangkauan satelit GPS dan Satelit Pelacakan dan Relay Data dari Jaringan Luar Angkasa NASA - ini berarti krunya akan bergantung pada Jaringan Luar Angkasa agensi untuk menavigasi dan berkomunikasi dengan kontrol misi.
Sayangnya NASA belum memutuskan astronot mana yang akan melakukan perjalanan ke Bulan. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengatakan pihaknya berharap dapat memilih astronot mana yang akan terbang dengan Artemis II akhir tahun ini.
Misi Artemis III akan membawa astronot ke Kutub Selatan Bulan, sebuah area di Bulan di mana manusia belum menginjakkan kaki. Para ilmuwan memperkirakan Kutub Selatan bulan kaya akan sumber daya potensial, termasuk air. Para astronot akan mencari sumber daya ini dan mencari peluang untuk memanfaatkannya.
Lihat Juga :