Digunakan 1.000 Sekolah, Kelas Pintar Satu-Satunya Startup Edutech Mitra IKM
Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:29 WIB
loading...
Kelas Pintar menjadi salah satu mitra Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di seluruh wilayah Indonesia. Foto: dok Kelas Pintar
A
A
A
JAKARTA - Startup Edutech Kelas Pintar terpilih menjadi salah satu dari 19 Mitra Pembangunan yang akan membantu Kemdikbudristekuntuk Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai mitra, Kelas Pintar akan berpartisipasi aktif dalam sosialisasi, pendampingan satuan pendidikan binaan, penyusunan modul dan perangkat ajar, hingga melakukan pengunggahan sumber/bahan ajar pada Platform Merdeka Mengajar.
”Kami punya pengalaman di bidang pendidikan berbasis teknologi. Sehingga, kami percaya kelas bintar bisa berkontribusi memajukan dunia pendidikan tanah air,” beber Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar.
Menurut Uffie, terpilihnya Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka dikarenakan startup tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek.
”Ini terkait kemandirian dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, juga sudah memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran,” ujar Uffie.
Menurutnya, Kelas Pintar menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Sebagai informasi, Kelas Pintar saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 Sekolah di seluruh Indonesia. Sekitar 523 sekolah di antaranya merupakan Sekolah Binaan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Sebagai mitra, Kelas Pintar akan berpartisipasi aktif dalam sosialisasi, pendampingan satuan pendidikan binaan, penyusunan modul dan perangkat ajar, hingga melakukan pengunggahan sumber/bahan ajar pada Platform Merdeka Mengajar.
”Kami punya pengalaman di bidang pendidikan berbasis teknologi. Sehingga, kami percaya kelas bintar bisa berkontribusi memajukan dunia pendidikan tanah air,” beber Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar.
Menurut Uffie, terpilihnya Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka dikarenakan startup tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek.
”Ini terkait kemandirian dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, juga sudah memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran,” ujar Uffie.
Menurutnya, Kelas Pintar menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Sebagai informasi, Kelas Pintar saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 Sekolah di seluruh Indonesia. Sekitar 523 sekolah di antaranya merupakan Sekolah Binaan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Lihat Juga :