Dihantam Badai Matahari, Satelit Intelsat Galaxy 15 Hilang Kendali
Rabu, 24 Agustus 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan kejadian pertama kali Intelsat kehilangan kendali atas satelit Galaxy 15. Pada 2010, perusahaan tersebut kehilangan kontak dengan satelit selama lebih dari delapan bulan sebelum akhirnya mulai menerima perintah dari pusat kendali Intelsat setelah baterainya benar-benar habis dan meminta reset.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengeluarkan peringatan pada 16 Agustus 2022 tentang badai geomagnetik kategori G3. “Badai itu cukup kuat untuk menghasilkan aurora yang mempesona di seluruh dunia. Dampak pada teknologi dari badai G3 biasanya minimal,” tulis NOAA.
Baca juga; Badai Matahari Terjang Bumi, Frekuensi Radio di Rusia Lumpuh
![Dihantam Badai Matahari, Satelit Intelsat Galaxy 15 Hilang Kendali]()
Sebagian besar badai geomagnetik tidak berbahaya, meskipun badai hebat dapat mengganggu transmisi radio atau merusak saluran listrik dan infrastruktur listrik lainnya selain satelit. Sepanjang 2022, aktivitas matahari telah menghasilkan banyak jilatan api matahari besar dan ejeksi massa koronal (CME).
Aktivitas ini menunjukkan bahwa matahari "bangun" dari fase yang lebih tidak aktif dari siklus aktivitas 11 tahun. Beberapa ahli cuaca luar angkasa telah memperkirakan bahwa siklus saat ini bisa menjadi salah satu siklus matahari terkuat yang tercatat dalam sejarah.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengeluarkan peringatan pada 16 Agustus 2022 tentang badai geomagnetik kategori G3. “Badai itu cukup kuat untuk menghasilkan aurora yang mempesona di seluruh dunia. Dampak pada teknologi dari badai G3 biasanya minimal,” tulis NOAA.
Baca juga; Badai Matahari Terjang Bumi, Frekuensi Radio di Rusia Lumpuh

Sebagian besar badai geomagnetik tidak berbahaya, meskipun badai hebat dapat mengganggu transmisi radio atau merusak saluran listrik dan infrastruktur listrik lainnya selain satelit. Sepanjang 2022, aktivitas matahari telah menghasilkan banyak jilatan api matahari besar dan ejeksi massa koronal (CME).
Aktivitas ini menunjukkan bahwa matahari "bangun" dari fase yang lebih tidak aktif dari siklus aktivitas 11 tahun. Beberapa ahli cuaca luar angkasa telah memperkirakan bahwa siklus saat ini bisa menjadi salah satu siklus matahari terkuat yang tercatat dalam sejarah.
(wib)
Lihat Juga :