Telkom: Tidak Ditemukan Data Pelanggan IndiHome yang Bocor
Senin, 22 Agustus 2022 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, EGM Information Technology Telkom Sihmirmo Adi menambahkan, Telkom segera melakukan tindakan hati-hati saat menginvestigasi dugaan kebocoran data tersebut. ”Kami melakukannya (penelusuran dan investigasi) dengan berhati-hati dan tidak mau gegabah. Karena ini menyangkut kepercayaan publik. Semua langkah investigasi pun, memiliki protokolnya. Proses-proses itu sudah dibuat baku dan kita ikuti,” jelas Sihmirmo.
VP Network/IT Stra, Tech and Architecture Telkom, Rizal Akbar juga memastikan bahwa data pelanggan IndiHome pun dilindungi dengan enkripsi dan firewall yang berlapis.
”Kami menyimpan data dan browsing history disimpan dengan terkendali, rahasia dan terproteksi. Datanya pun terenskripsi. Sehingga, ketika datanya dibuka, tidak akan terbaca dengan mudah karena terenkripsi,” kata Rizal.
Sebelumnya, pada Minggu (21/8), beredar informasi di media sosial bahwa terdapat 26.730.797 data histori browsing pelanggan IndiHome bocor, termasuk di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.
BACA JUGA: Kominfo Klaim Blokir 118.320 Situs Judi Online Sepanjang 2022
Data yang dijual di breached.to tersebut diklaim berasal dari periode Agustus 2018 hingga November 2019. Keterangan terakhir dari Kementerian Kominfo pada Minggu (21/8) mengatakan pihaknya sedang mendalami dugaan data pelanggan IndiHome bocor dan masuk ke situs gelap.
VP Network/IT Stra, Tech and Architecture Telkom, Rizal Akbar juga memastikan bahwa data pelanggan IndiHome pun dilindungi dengan enkripsi dan firewall yang berlapis.
”Kami menyimpan data dan browsing history disimpan dengan terkendali, rahasia dan terproteksi. Datanya pun terenskripsi. Sehingga, ketika datanya dibuka, tidak akan terbaca dengan mudah karena terenkripsi,” kata Rizal.
Sebelumnya, pada Minggu (21/8), beredar informasi di media sosial bahwa terdapat 26.730.797 data histori browsing pelanggan IndiHome bocor, termasuk di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.
BACA JUGA: Kominfo Klaim Blokir 118.320 Situs Judi Online Sepanjang 2022
Data yang dijual di breached.to tersebut diklaim berasal dari periode Agustus 2018 hingga November 2019. Keterangan terakhir dari Kementerian Kominfo pada Minggu (21/8) mengatakan pihaknya sedang mendalami dugaan data pelanggan IndiHome bocor dan masuk ke situs gelap.
(dan)
Lihat Juga :