Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam

Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:21 WIB
loading...
Deretan Ilmuwan Penemu...
Sejumlah imuwan terus mencari dan menggali informasi dari berbagai fenomena yang terjadi. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Sampai saat ini, alam masih menyimpan banyak misteri dan selalu menyajikan fenomena yang tidak ada habisnya. Sejumlah ilmuwan terus mencari dan menggali informasi dari berbagai fenomena yang terjadi.

BACA JUGA - Diramalkan Sejak 1960, Fenomena Alam Ini Akhirnya Jadi Kenyataan

Beberapa dari mereka berhasil menemukan teori dari terjadinya fenomena alam yang dialami. Sebagian lagi berhasil mencetuskan teori dari sesuatu yang tidak pernah disadari sebelumnya. Siapa saja tokoh-tokoh penemu itu? Berikut tokoh-tokoh ilmuwan penemu teori soal fenomena alam.

1 - Al-Qarafi

Fenomena pelangi merupakan salah satu fenomena yang dinanti-nanti usai turunnya hujan. Selain menikmati keindahan pelangi, ada baiknya kita mengenal tokoh yang menemukan penjelasan di balik indahnya pelangi. Dialah Al-Qarafi, seorang ahli hukum asal mesir yang menemukan teori pembentukan pelangi.

Al-Din Abu Al Abbas Ahmad Ibn Idris Al Sanhaji Al-Qarafi atau yang dikenal dengan Al-Qarafi telah banyak menulis karya ilmiah mengenai ilmu optik.

Dalam salah satu kitabnya, Al-Istibar fi ma Tudrikuhu Al-Abshar (Tentang Apa yang Dapat Ditangkap Oleh Mata), Al-Qarafi menjelaskan bagaimana pelangi bisa muncul. Dia menyatakan bahwa pelangi muncul dari asap (uap) yang bercampur dengan sinar matahari. Al-Qarafi juga menjelaskan bagaimana proses warna pelangi dapat tercipta dan aturan yang berlaku jika pelangi ingin terbentuk.

2. Nicolaus Copernicus

Proses terjadinya siang dan malam selalu menjadi perdebatan para ilmuwan terdahulu. Terdapat berbagai macam teori mengenai proses perputaran dan pusat semesta.

Salah satu di antara banyaknya teori adalah teori heliosentris yang dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus. Dia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa mataharilah yang menjadi pusat perputaran bumi dan planet-planet lainnya. Teori ini disebut dengan teori heliosentris. Nicolaus melawan teori Ptolemus yang mengatakan bahwa bumilah yang menjadi pusat tata surya.

Nicolaus membuat risalah astronomi yang menjadi dasar teori heliosentrisnya. Risalah itu disebut Commentariolus atau "Komentar Kecil".

Nicolaus menulis sebuah karya astronomi, De Revolutionibus Orbium Coelestium Libri Vi atau Enam Buku tentang Revolusi Orbit Surgawi. Dalam karyanya tersebut, Nicolaus menjelaskan tentang teori heliosentris temuannya. Dia juga berpendapat bahwa bumi matahari porosnya setiap hari dan membutuhkan waktu satu tahun untuk mengorbit matahari.

3 Erasthothenes

Erasthothenes merupakan seorang ilmuwan asal Yunani yang mahir dalam berbagai bidang. Jika kebanyakan ilmuwan terdahulu mencari cara untuk mengetahui bentuk bumi sebenarnya, Erasthothenes melakukan penemuan yang berbeda. Dia merupakan pertama yang berhasil mengukur keliling bumi.

Bermodalkan rumus matematika sederhana dan logika perbandingan matahari di dua tempat, Syene dan Alexandria, Erasthothenes mampu menghitung keliling bumi. Tidak hanya itu, dia jugalah yang berhasil menghitung kemiringan bumi, serta merancang sistem garis bujur dan garis lintang.

4. Alexander von Humboldt

Perubahan iklim menjadi salah satu permasalahan serius yang sedang diperhatikan saat ini. Bicara tentang perubahan iklim, Alexander von Humboldt adalah orang pertama yang menjelaskan tentang perubahan iklim. Dia merupakan seorang penjelajah dan naturalis asal Jerman yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, terutama dalam bidang biologi dan geologi.

Von Humboldt mempunyai peran besar dalam ilmu klimatologi dengan mengembangkan ilmu meteorologi dan membuat peta cuaca. Sebagai seorang naturalis, Humboldt menyadari adanya hubungan antara alam dan makhluk di sekitarnya.

Maka dari itu, dia juga menjadi orang pertama yang menyadari dan menjelaskan manusia tetang perubahan iklim serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, berdasarkan studinya di Pegunungan Andes, Humboldt juga menggambarkan dan menjelaskan mengenai hubungan dari letusan gunung berapi dan pembentukan kerak bumi.

5. Al-Battani

Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani atau Al-Battani merupakan astronom dan ilmuwan Muslim di abad pertengahan.

Banyak penemuannya yang berpengaruh untuk ilmu pengetahuan modern, salah satunya yang paling populer adalah teorinya yang menyebutkan satu tahun terdapat 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik (sumber lain menyebut 365,24 hari).

Terinspirasi dari karya Ptolemus, The Almagest, Al-Battani mengembangkan dan memperbaiki teori-teori dalam buku tersebut menjadi lebih tepat dan akurat. Tidak hanya itu, Al-Battani juga telah memecahkan misteri lain di bidang astronomi. Dia telah mengamati berbagai benda-benda langit melalui teropong buatannya yang dikenal sebagai teropong Al-Battani.

Sebagai seorang matematikawan, Al-Battani membuat perhitungan mengenai gerhana matahari dengan akurat. Dia juga mampu menghitung jarak antara matahari ke bumi dan memperkirakan kapan munculnya bulan baru. Penemuan-penemuannya itu memiliki andil besar dalam pembuatan kalender modern dan penentuan perubahan musim.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Berita Terkini
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved