AS Larang Ekspor Semikonduktor Canggih pada Teknologi Manufaktur

Selasa, 16 Agustus 2022 - 10:17 WIB
loading...
A A A
BIS mengatakan akan menambahkan teknologi ke daftar larangannya menyusul perubahan pada Mei lalu dalam hal mencirikan teknologi yang baru muncul dan mendasar. Teknologi tersebut juga tunduk pada Perjanjian Wassenaar yang dibuat oleh AS dan 41 negara lain pada tahun 2013 dan berfungsi sebagai semacam perjanjian pengendalian senjata.

Thea D. Rozman Kendler, asisten sekretaris perdagangan untuk administrasi ekspor mengatakan larangan itu tentang untuk melindungi empat teknologi dari penggunaan bertujuan jahat dengan menerapkan kontrol melalui rezim multilateral. Meskipun tidak disebutkan secara resmi, tampaknya jelas bahwa larangan ekspor dirancang untuk mencegah perusahaan China mendapatkan teknologi tersebut.

Baca juga; Krisis Semikonduktor, Produksi Otomotif dan Suku Cadang Turun 6,6%

AS telah menampar perusahaan China dengan sejumlah sanksi dan larangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi untuk mempertahankan posisi dominannya di sektor teknologi utama. Analis mengatakan kepada Caixin bahwa larangan ekspor terbaru akan berdampak kecil pada industri pembuatan chip China dalam jangka pendek, karena perusahaannya belum mengerjakan jenis prosesor canggih yang digunakan untuk teknologi tersebut.

Misalnya, Semiconductor Manufacturing International Corp, pembuat chip terbesar di China, saat ini memproduksi chip proses tujuh nanometer, Dalam prosesnya, dilaporkan telah menggunakan proses litografi ultraviolet yang dalam, sebagai lawan dari proses ultraviolet ekstrem. Jadi ada yang mengatakan, larangan ekspor kemungkinan akan berarti bagi kemajuan masa depan produsen semikonduktor China dalam teknologi tiga nanometer dan sub-tiga nanometer akan terpengaruh.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Rekomendasi
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved