Jejak Kaki Hantu Ditemukan di Gurun Utah, Muncul Misterius Setelah Hujan
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
“Penemuan jejak kaki kuno yang cukup banyak ini merupakan penemuan sekali seumur hidup. Kami menemukan jauh lebih banyak daripada yang kami lihat,” kata Anya Kitterman, manajer sumber daya budaya di Pangkalan Angkatan Udara Hill dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (8/3/2022).
Namun, penemuan tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review karena para peneliti masih menganalisis jejak kaki tersebut. Gurun Great Salt Lake dulunya ditutupi oleh danau asin besar yang mirip dengan Great Salt Lake di dekatnya, danau air asin terbesar di Belahan Barat.
Baca juga; Gempa Bangkitkan Lusinan Kapal Hantu di Laut Jepang
Danau purba itu perlahan mengering karena perubahan iklim bumi yang dipicu oleh berakhirnya zaman es terakhir, yang meninggalkan garam-garam yang pernah larut dalam air. Tetapi selama transisi dari danau ke dataran garam kering, daerah itu secara singkat merupakan lahan basah besar yang ditempati oleh manusia hingga 10.000 tahun yang lalu.
Kurang dari satu mil, sekitar 1,6 kilometer, dari tempat jejak itu ditemukan, kelompok penelitian sebelumnya menemukan kamp pemburu-pengumpul yang berasal dari 12.000 tahun yang lalu. Temuan arkeologis di situs tersebut termasuk perapian kuno, peralatan batu yang digunakan untuk memasak, tumpukan lebih dari 2.000 tulang hewan dan biji tembakau hangus, bukti awal penggunaan tembakau pada manusia.
Namun, penemuan tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review karena para peneliti masih menganalisis jejak kaki tersebut. Gurun Great Salt Lake dulunya ditutupi oleh danau asin besar yang mirip dengan Great Salt Lake di dekatnya, danau air asin terbesar di Belahan Barat.
Baca juga; Gempa Bangkitkan Lusinan Kapal Hantu di Laut Jepang
Danau purba itu perlahan mengering karena perubahan iklim bumi yang dipicu oleh berakhirnya zaman es terakhir, yang meninggalkan garam-garam yang pernah larut dalam air. Tetapi selama transisi dari danau ke dataran garam kering, daerah itu secara singkat merupakan lahan basah besar yang ditempati oleh manusia hingga 10.000 tahun yang lalu.
Kurang dari satu mil, sekitar 1,6 kilometer, dari tempat jejak itu ditemukan, kelompok penelitian sebelumnya menemukan kamp pemburu-pengumpul yang berasal dari 12.000 tahun yang lalu. Temuan arkeologis di situs tersebut termasuk perapian kuno, peralatan batu yang digunakan untuk memasak, tumpukan lebih dari 2.000 tulang hewan dan biji tembakau hangus, bukti awal penggunaan tembakau pada manusia.

Lihat Juga :