Bapak Bom Hidrogen Uni Soviet Andrei Sakharov, Diasingkan setelah Sukses Bikin Tsar Bomba

Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:01 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1948, pemimpin Uni Soviet menunjuk Tamm untuk mengepalai kelompok ilmiah khusus di FIAN untuk meneliti dan mengembangkan senjata nuklir dan menentukan kelayakan bom termonuklir. Sakharov irekrut oleh mantan profesornya dalam proyek rahasia itu dan hadir pada ledakan atom Soviet pertama pada 29 Agustus 1949.

Baca juga; Ini Spesifikasi Tupolev Tu-95, Pesawat Pembawa Bom Tsar Bomba yang Mengerikan

Mulai tahun 1949-1950, Sakharov sangat fokus pada penelitian termonuklir. Selama periode ini dia ikut menciptakan reaksi hidrogen terkontrol, dan mengusulkan desain bom hidrogen yang disebut Sloika atau "Layer Cake."

Modelnya mirip dengan desain "Jam Alarm" fisikawan Amerika Edward Teller, di mana isotop hidrogen stabil deuterium dan uranium ditempatkan dalam lapisan bergantian untuk memicu reaksi fusi. Pada tahun 1950, Sakharov mulai bekerja di fasilitas nuklir Arzamas-16.

Mulai tahun 1953, dia memikul tanggung jawab untuk departemen teoretis fasilitas tersebut setelah Tamm kembali ke Moskow. Pada 12 Agustus, Uni Soviet menguji bom hidrogen pertamanya berdasarkan model “Layer Cake” dalam uji “Joe-4”.

Baca juga; Tsar Bomba, Bom Nuklir Rusia yang Membuat AS dan NATO Khawatir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laboratorium Bahan Peledak...
Laboratorium Bahan Peledak Terbesar di Dunia Beroperasi di Texas
Lanjutkan Program Nuklir,...
Lanjutkan Program Nuklir, Iran Tangguhkan Kerjasama dengan IAEA
Ini Kecanggihan Bom...
Ini Kecanggihan Bom GBU-57 AS yang Diragukan Trump Bisa Hancurkan Iran
Roket Uni Soviet Kembali...
Roket Uni Soviet Kembali ke Bumi setelah 53 Tahun Terjebak di Antariksa
Spesifikasi Bom MK-84,...
Spesifikasi Bom MK-84, Bom Seberat 1 ton yang Dikirim Trump untuk Israel
Toshiba Bantu Airbus...
Toshiba Bantu Airbus Ciptakan Mesin Pesawat Bertenaga Hidrogen
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Rekomendasi
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved