Waspada, Puing Seberat 20 Ton dari Roket Raksasa China Akan Berjatuhan dari Langit
Jum'at, 29 Juli 2022 - 11:25 WIB
loading...
Roket China Long March 5B seberat 23 ton yang membawa modul laboratorium Wentian, lepas landas dari Pulau Hainan, akhir pekan lalu. Foto: ist
A
A
A
CHINA - Akhir pekan ini diprediksi puing-puing luar angkasa akan berjatuhan dari langit. Puing-puing itu berasal dari sisa roket besar China yang mengirimkan modul baru ke stasiun luar angkasa pada Senin silam.
Roket Long March 5B seberat 23 ton yang membawa modul laboratorium Wentian, lepas landas dari Pulau Hainan pada pukul 14:22 waktu setempat Minggu, 24 Juli 2022 silam. Modul tersebut berhasil merapat ke pos orbit China. Namun, setelah tugasnya selesai, roket tersebut turun tak terkendali menuju atmosfer bumi dan tidak jelas di mana ia akan mendarat.
Insiden roket yang jatuh tak terkendali itu bukan terjadi sekali. Tapi sudah tiga kali terjadi. Karena itu, China mendapat teguran karena tidak menangani puing-puing luar angkasa dengan benar dari punggung roketnya.
”Bayangkan, roket tersebut adalah benda logam seberat 20 ton. Meski akan pecah saat memasuki atmosfer, namun banyak puing--beberapa di antaranya cukup besar--yang akan menghantam permukaan bumi,” kata Michael Byers, profesor di University of British Columbia dan penulis studi tentang risiko korban dari puing-puing luar angkasa.
Bisa Berbahaya
Puing-puing ruang angkasa itu memang menimbulkan risiko yang kecil bagi manusia. Namun, Byers menjelaskan, ada kemungkinan bahwa bagian yang lebih besar dapat menyebabkan kerusakan jika mendarat di daerah yang berpenghuni.
Roket Long March 5B seberat 23 ton yang membawa modul laboratorium Wentian, lepas landas dari Pulau Hainan pada pukul 14:22 waktu setempat Minggu, 24 Juli 2022 silam. Modul tersebut berhasil merapat ke pos orbit China. Namun, setelah tugasnya selesai, roket tersebut turun tak terkendali menuju atmosfer bumi dan tidak jelas di mana ia akan mendarat.
Insiden roket yang jatuh tak terkendali itu bukan terjadi sekali. Tapi sudah tiga kali terjadi. Karena itu, China mendapat teguran karena tidak menangani puing-puing luar angkasa dengan benar dari punggung roketnya.
”Bayangkan, roket tersebut adalah benda logam seberat 20 ton. Meski akan pecah saat memasuki atmosfer, namun banyak puing--beberapa di antaranya cukup besar--yang akan menghantam permukaan bumi,” kata Michael Byers, profesor di University of British Columbia dan penulis studi tentang risiko korban dari puing-puing luar angkasa.
Bisa Berbahaya
.jpg)
Puing-puing ruang angkasa itu memang menimbulkan risiko yang kecil bagi manusia. Namun, Byers menjelaskan, ada kemungkinan bahwa bagian yang lebih besar dapat menyebabkan kerusakan jika mendarat di daerah yang berpenghuni.
Lihat Juga :