China Uji Klinis Tiga Vaksin Corona, Salah Satunya Buatan Militer
Senin, 27 April 2020 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 96 orang dalam tiga kelompok umur telah menerima vaksin dalam fase pertama uji klinis pada 23 April. Vaksin telah menunjukkan hasil keamanan yang baik sejauh ini dan penerima vaksin masih dalam pengamatan, kata perusahaan farmasi China Sinopharm.
Uji klinis acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo dari vaksin yang tidak aktif dilakukan di Jiaozuo, Provinsi Henan, China tengah. Sedangkan uji coba klinis tahap kedua akan fokus pada prosedur vaksinasi, kata Xinhua.
"Vaksin ini juga akan melalui fase ketiga uji klinis dan mungkin butuh sekitar satu tahun untuk menyelesaikan uji klinis sebelum akhirnya mencapai kesimpulan tentang keamanan dan kemanjuran vaksin," kata pejabat lab.
Tiga Kandidat Vaksin COVID-19 Uji Klinis
Vaksin vektor adenovirus, yang dikembangkan oleh Institute of Military Medicine di bawah Akademi Ilmu Militer, adalah yang pertama yang disetujui untuk memasuki uji klinis. Fase pertama uji klinis selesai pada akhir Maret dan fase kedua dimulai pada 12 April.
Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengatakan, 12 kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi dilaporkan di negara itu pada hari Jumat. Mereka mengklaim 11 di antaranya kasus impor, sedangkan yang lainnya ditransmisikan secara domestik di Provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia.
Uji klinis acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo dari vaksin yang tidak aktif dilakukan di Jiaozuo, Provinsi Henan, China tengah. Sedangkan uji coba klinis tahap kedua akan fokus pada prosedur vaksinasi, kata Xinhua.
"Vaksin ini juga akan melalui fase ketiga uji klinis dan mungkin butuh sekitar satu tahun untuk menyelesaikan uji klinis sebelum akhirnya mencapai kesimpulan tentang keamanan dan kemanjuran vaksin," kata pejabat lab.
Tiga Kandidat Vaksin COVID-19 Uji Klinis
Vaksin vektor adenovirus, yang dikembangkan oleh Institute of Military Medicine di bawah Akademi Ilmu Militer, adalah yang pertama yang disetujui untuk memasuki uji klinis. Fase pertama uji klinis selesai pada akhir Maret dan fase kedua dimulai pada 12 April.
Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengatakan, 12 kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi dilaporkan di negara itu pada hari Jumat. Mereka mengklaim 11 di antaranya kasus impor, sedangkan yang lainnya ditransmisikan secara domestik di Provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia.
Lihat Juga :