SpaceX Luncurkan Kargo CRS 25 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Bawa 2.630 Kg Logistik
Sabtu, 16 Juli 2022 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Uji Coba Peluncuran Starliner ke ISS, Bawa 226 Kg Kargo Berisi Makanan
Karena mineral tertentu di dalam awan debu hanya memantulkan panjang gelombang tertentu, EMIT dapat mengidentifikasi komposisi awan debu dengan memecahnya menjadi 288 kemungkinan warna. Setelah identifikasi ini, spektrometer akan menggunakan perangkat lunak unik untuk memetakan bahan yang terdeteksi ke lokasi mereka di seluruh dunia.
![SpaceX Luncurkan Kargo CRS 25 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Bawa 2.630 Kg Logistik]()
Diketahui, peluncuran misi CRS-25 sudah lama dipersiapakan. Awalnya dijadwalkan untuk lepas landas sebulan yang lalu. Namun, misi itu ditunda tiga kali setelah para insinyur menemukan tingkat uap hidrazin korosif yang berpotensi tidak ama. Teknisi NASA dan SpaceX memeriksa roket secara ekstensif sebelum akhirnya memberikan lampu hijau setelah sistem propulsi pesawat berfungsi baik.
Eksperimen lain dalam perjalanan mereka ke ISS akan meneliti efek penuaan pada perbaikan sel dan menyelidiki apakah efek tersebut dapat dibalik pada astronot setelah mereka kembali ke Bumi, serta mempelajari kelayakan pembuatan beton dari bahan yang ditemukan di gravitasi rendah. lingkungan bulan dan Mars.
Karena mineral tertentu di dalam awan debu hanya memantulkan panjang gelombang tertentu, EMIT dapat mengidentifikasi komposisi awan debu dengan memecahnya menjadi 288 kemungkinan warna. Setelah identifikasi ini, spektrometer akan menggunakan perangkat lunak unik untuk memetakan bahan yang terdeteksi ke lokasi mereka di seluruh dunia.

Diketahui, peluncuran misi CRS-25 sudah lama dipersiapakan. Awalnya dijadwalkan untuk lepas landas sebulan yang lalu. Namun, misi itu ditunda tiga kali setelah para insinyur menemukan tingkat uap hidrazin korosif yang berpotensi tidak ama. Teknisi NASA dan SpaceX memeriksa roket secara ekstensif sebelum akhirnya memberikan lampu hijau setelah sistem propulsi pesawat berfungsi baik.
Eksperimen lain dalam perjalanan mereka ke ISS akan meneliti efek penuaan pada perbaikan sel dan menyelidiki apakah efek tersebut dapat dibalik pada astronot setelah mereka kembali ke Bumi, serta mempelajari kelayakan pembuatan beton dari bahan yang ditemukan di gravitasi rendah. lingkungan bulan dan Mars.
(wib)
Lihat Juga :