Predator Bermata Tiga Pengintai Lautan, Fosil Otaknya Tetap Awet Setelah 500 Juta Tahun
Sabtu, 09 Juli 2022 - 13:27 WIB
loading...
Stanleycaris hirpex hidup pada Zaman Kambrium sekitar 500 juta tahun yang lalu, adalah predator bermata tiga pertama yang dikenal di antara arthropoda. Foto/newscientist
A
A
A
TORONTO - Stanleycaris hirpex hidup pada Zaman Kambrium sekitar 500 juta tahun yang lalu, adalah predator bermata tiga pertama yang dikenal di antara arthropoda. Stanleycaris hirpex memiliki dua mata yang menonjol di sisi kepalanya dan mata yang lebih besar di tengahnya.
Para peneliti di Royal Ontario Museum (ROM) di Toronto, Kanada, baru-baru ini mengumumkan penemuan fosil hewan aneh itu sebagai bagian dari harta karun menakjubkan. Fosil yang baru ditemukan berusia 506 juta tahun dari makhluk aneh itu sangat lengkap, mulai dari bagian otak yang masih awet, sistem saraf, dan mata ketiga.
“Ini agak menarik bahwa ketika kita melihat evolusi predator pertama, kita juga melihat evolusi sistem sensorik yang kompleks. Di mana kita menyaksikan mata yang berbeda, mungkin melakukan tugas yang berbeda untuk organisme ini,” kata Joseph Moysiuk dari Universitas Toronto di Kanada dikutip SINDOnews dari laman newscientist, Sabtu (9/7/2022).
Baca juga; Usai Hujan Deras, Ratusan Udang Dinosaurus Bermata Tiga Muncul di Arizona
Hewan bermata tiga dengan sirip seperti sayap pernah berenang melalui laut dangkal, menggunakan persepsi visual yang tinggi untuk berburu hewan laut yang lebih kecil. Stanleycaris hirpex kira-kira seukuran tangan manusia dan memiliki dua mata yang menonjol dengan ratusan lensa di setiap sisi kepalanya, ditambah mata ketiga yang jauh lebih besar di tengahnya.
“Hidup di antara hewan seukuran jari, dia mungkin menggunakan sistem visual canggihnya untuk mengejar mangsa yang bergerak cepat,” ujar Joseph Moysiuk yang menyelidiki ratusan fosil S. hirpex yang terawetkan dengan sangat baik yang digali dari Kambrium Burgess Shale di Canadian Rockies of British Columbia.
Ada sekitar 268 spesimen yang diteliti, bahkan memiliki jaringan lunak yang utuh, termasuk otak, saraf, dan bahan reflektif dalam sistem visual mereka. Hewan-hewan itu memiliki 17 segmen tubuh, dua pasang bilah kaku di sepertiga bagian bawah tubuhnya dan cakar berduri yang mungkin bisa menyapu mangsa tepat ke rahangnya yang bergigi.
Para peneliti di Royal Ontario Museum (ROM) di Toronto, Kanada, baru-baru ini mengumumkan penemuan fosil hewan aneh itu sebagai bagian dari harta karun menakjubkan. Fosil yang baru ditemukan berusia 506 juta tahun dari makhluk aneh itu sangat lengkap, mulai dari bagian otak yang masih awet, sistem saraf, dan mata ketiga.
“Ini agak menarik bahwa ketika kita melihat evolusi predator pertama, kita juga melihat evolusi sistem sensorik yang kompleks. Di mana kita menyaksikan mata yang berbeda, mungkin melakukan tugas yang berbeda untuk organisme ini,” kata Joseph Moysiuk dari Universitas Toronto di Kanada dikutip SINDOnews dari laman newscientist, Sabtu (9/7/2022).
Baca juga; Usai Hujan Deras, Ratusan Udang Dinosaurus Bermata Tiga Muncul di Arizona
Hewan bermata tiga dengan sirip seperti sayap pernah berenang melalui laut dangkal, menggunakan persepsi visual yang tinggi untuk berburu hewan laut yang lebih kecil. Stanleycaris hirpex kira-kira seukuran tangan manusia dan memiliki dua mata yang menonjol dengan ratusan lensa di setiap sisi kepalanya, ditambah mata ketiga yang jauh lebih besar di tengahnya.
“Hidup di antara hewan seukuran jari, dia mungkin menggunakan sistem visual canggihnya untuk mengejar mangsa yang bergerak cepat,” ujar Joseph Moysiuk yang menyelidiki ratusan fosil S. hirpex yang terawetkan dengan sangat baik yang digali dari Kambrium Burgess Shale di Canadian Rockies of British Columbia.
Ada sekitar 268 spesimen yang diteliti, bahkan memiliki jaringan lunak yang utuh, termasuk otak, saraf, dan bahan reflektif dalam sistem visual mereka. Hewan-hewan itu memiliki 17 segmen tubuh, dua pasang bilah kaku di sepertiga bagian bawah tubuhnya dan cakar berduri yang mungkin bisa menyapu mangsa tepat ke rahangnya yang bergigi.
Lihat Juga :