Takluk dengan Serangan Smartphone, Olympus Tutup Bisnis Kamera
Jum'at, 26 Juni 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
“Kami bahkan baru kali ini melihat kamera DSLR dan mirrorless lebih laku di dunia dibandingkan kamera compact,” ungkap LensVid. “Meski demikian, pasar DSLR terus turun sekitar 12%, sedangkan mirrorless hanya naik 2% pada 2017. Perubahan ini sangat signifikan dan sangat jelas disebabkan pasar smartphone.”
Pasar kamera mengalami penurunan paling besar di Asia, yakni mencapai 27% pada 2018, sedangkan di Amerika hanya turun 16%. Secara umum, pasar lensa turun sekitar 6-7% di seluruh dunia atau hanya terjual 18 juta unit pada 2018. Hanya di Amerika pasar lensa mengalami kenaikan. Tapi, itu pun hanya 1%.
“Pengembangan teknologi baru yang dikeluarkan Canon dan Nikon juga tidak mampu memengaruhi pasar secara berarti,” ungkap LensVid. “Sejujurnya, penjualan kamera kini kurang gemilang. Jika tren ini terus berlanjut, pasar fotografi akan semakin sempit dan mahal. Risiko yang dihadapi perusahaan juga kian besar.”
Di bawah penjualan 20 juta unit per tahun, LensVid menyatakan beberapa perusahaan kamera tidak akan mampu bertahan secara ekonomi karena biaya penelitian dan pengembangan sangat tinggi. Dengan tingkat penjualan rendah, perusahaan kamera bukan tidak mungkin menghadapi kebangkrutan. (Lihat videonya: Karena tersinggung, Seorang Siswi SMP Dianiaya Rekannya di Palembang)
Beberapa perusahaan kamera terkemuka dunia yang bangkrut ialah Eastman Kodak Company dan Polaroid Corporation. Kodak merupakan merek kamera yang sangat populer karena harganya lebih murah. Namun, Kodak gagal mengembangkan inovasi selama era digital dan akhirnya bangkrut pada 2012.
Seperti Kodak, Polaroid juga bangkrut selama era digital. Sebelumnya, kamera Polaroid sangat populer karena pengguna dapat memperoleh lembaran foto secara instan. Bagaimanapun, Polaroid tidak mampu bersaing dengan perusahaan lain yang mampu mengembangkan teknologi baru yang serbadigital. (Muh Shamil)
Pasar kamera mengalami penurunan paling besar di Asia, yakni mencapai 27% pada 2018, sedangkan di Amerika hanya turun 16%. Secara umum, pasar lensa turun sekitar 6-7% di seluruh dunia atau hanya terjual 18 juta unit pada 2018. Hanya di Amerika pasar lensa mengalami kenaikan. Tapi, itu pun hanya 1%.
“Pengembangan teknologi baru yang dikeluarkan Canon dan Nikon juga tidak mampu memengaruhi pasar secara berarti,” ungkap LensVid. “Sejujurnya, penjualan kamera kini kurang gemilang. Jika tren ini terus berlanjut, pasar fotografi akan semakin sempit dan mahal. Risiko yang dihadapi perusahaan juga kian besar.”
Di bawah penjualan 20 juta unit per tahun, LensVid menyatakan beberapa perusahaan kamera tidak akan mampu bertahan secara ekonomi karena biaya penelitian dan pengembangan sangat tinggi. Dengan tingkat penjualan rendah, perusahaan kamera bukan tidak mungkin menghadapi kebangkrutan. (Lihat videonya: Karena tersinggung, Seorang Siswi SMP Dianiaya Rekannya di Palembang)
Beberapa perusahaan kamera terkemuka dunia yang bangkrut ialah Eastman Kodak Company dan Polaroid Corporation. Kodak merupakan merek kamera yang sangat populer karena harganya lebih murah. Namun, Kodak gagal mengembangkan inovasi selama era digital dan akhirnya bangkrut pada 2012.
Seperti Kodak, Polaroid juga bangkrut selama era digital. Sebelumnya, kamera Polaroid sangat populer karena pengguna dapat memperoleh lembaran foto secara instan. Bagaimanapun, Polaroid tidak mampu bersaing dengan perusahaan lain yang mampu mengembangkan teknologi baru yang serbadigital. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :