Takluk dengan Serangan Smartphone, Olympus Tutup Bisnis Kamera
Jum'at, 26 Juni 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Pasar kamera menurun secara dramatis, 84%, antara 2010-2018. Menurut Atherton, Olympus sudah tak mampu bersaing. Selain disebabkan kemunculan smartphone, Olympus juga dinilai beberapa kali mengeluarkan keputusan yang keliru, masuk ke jalur yang salah, dan akhirnya harus bangkrut.
Salah satu kemunduran yang dialami Olympus ialah tertinggalnya kualitas video. Kondisi itu diperburuk dengan skandal keuangan yang melibatkan pejabat eksekutif pada 2011. Saat ini Olympus berupaya bertahan dengan menekan kerja sama pembuatan lensa yang dapat digunakan di berbagai produk elektronik.
“Kami yakin ini merupakan langkah yang tepat untuk melestarikan warisan dari para pendahulu kami,” ungkap Olympus dalam keterangan pers. (Baca juga: Komisi III DPR Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Radikal dan Konkret)
Selain itu, Olympus akan fokus menciptakan dan menjual mikroskop dan siap mentransfer teknologi optik terbaru dalam membantu memajukan dunia ilmu pengetahuan.
Keputusan Olympus menutup bisnis kamera bukan masalah yang dihadapi Olympus sendirian, tapi industri kamera secara keseluruhan. Seperti dilansir LensVid, 2010 merupakan tahun terbaik bagi industri kamera. Jumlah penjualannya mencapai 121 juta unit. Namun, sejak saat itu, pasar kamera menurun.
Hanya berselang dua tahun penjualan kamera hanya mencapai 61 juta unit atau separuh dibandingkan 2010. Penjualan kamera terus menurun menjadi 35 juta pada 2014 dan 23 juta pada 2015. Namun, pada 2017 terdapat kenaikan sekitar 25 juta unit sebelum akhirnya kembali jatuh menjadi 19 juta pada 2019. (Baca juga: Lebih dari 100 Orang tewas tersambar Petir di India)
Salah satu kemunduran yang dialami Olympus ialah tertinggalnya kualitas video. Kondisi itu diperburuk dengan skandal keuangan yang melibatkan pejabat eksekutif pada 2011. Saat ini Olympus berupaya bertahan dengan menekan kerja sama pembuatan lensa yang dapat digunakan di berbagai produk elektronik.
“Kami yakin ini merupakan langkah yang tepat untuk melestarikan warisan dari para pendahulu kami,” ungkap Olympus dalam keterangan pers. (Baca juga: Komisi III DPR Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Radikal dan Konkret)
Selain itu, Olympus akan fokus menciptakan dan menjual mikroskop dan siap mentransfer teknologi optik terbaru dalam membantu memajukan dunia ilmu pengetahuan.
Keputusan Olympus menutup bisnis kamera bukan masalah yang dihadapi Olympus sendirian, tapi industri kamera secara keseluruhan. Seperti dilansir LensVid, 2010 merupakan tahun terbaik bagi industri kamera. Jumlah penjualannya mencapai 121 juta unit. Namun, sejak saat itu, pasar kamera menurun.
Hanya berselang dua tahun penjualan kamera hanya mencapai 61 juta unit atau separuh dibandingkan 2010. Penjualan kamera terus menurun menjadi 35 juta pada 2014 dan 23 juta pada 2015. Namun, pada 2017 terdapat kenaikan sekitar 25 juta unit sebelum akhirnya kembali jatuh menjadi 19 juta pada 2019. (Baca juga: Lebih dari 100 Orang tewas tersambar Petir di India)
Lihat Juga :