Bisa Menahan Beban Manusia, Spesies Teratai Raksasa Ditemukan
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, teratai raksasa Victoria Boliviana tumbuh di sungai air tawar, rawa, dan danau di timur laut Bolivia. Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab teratai ini berevolusi menjadi begitu besar.
Namun jika melihat penelitian sebelumnya, para peneliti menyimpulkan bahwa ini merupakan cara mereka bersaing dengan tanaman lain untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.
“Keanekaragaman hayati di daerah tropis sangat tinggi. Jadi ketika area perairan terbuka, misalnya, karena sungai tiba-tiba menjadi lebih besar karena banjir, teratai dapat tumbuh subur di sana karena mereka tumbuh sangat cepat dan menangkap begitu banyak sinar matahari dan mengalahkan tanaman lain,” kata Przelomska.
Przelomska dan rekannya, Oscar A. Pérez Escoba menemukan bahwa ukuran spesies teratai raksasa ini lebih besar dari Victoria Cruziana, tetapi lebih kecil dari Victoria Amazonica. Ini berisi lebih dari 4 miliar pasangan basa.
"Umumnya, tanaman yang lebih besar belum tentu memiliki genom yang lebih besar, tetapi teratai raksasa yang baru ditemukan ini kebetulan memiliki genom terbesar. Kami ingin memahami alasannya,” kata Przelomska.
Namun jika melihat penelitian sebelumnya, para peneliti menyimpulkan bahwa ini merupakan cara mereka bersaing dengan tanaman lain untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.
“Keanekaragaman hayati di daerah tropis sangat tinggi. Jadi ketika area perairan terbuka, misalnya, karena sungai tiba-tiba menjadi lebih besar karena banjir, teratai dapat tumbuh subur di sana karena mereka tumbuh sangat cepat dan menangkap begitu banyak sinar matahari dan mengalahkan tanaman lain,” kata Przelomska.
Przelomska dan rekannya, Oscar A. Pérez Escoba menemukan bahwa ukuran spesies teratai raksasa ini lebih besar dari Victoria Cruziana, tetapi lebih kecil dari Victoria Amazonica. Ini berisi lebih dari 4 miliar pasangan basa.
"Umumnya, tanaman yang lebih besar belum tentu memiliki genom yang lebih besar, tetapi teratai raksasa yang baru ditemukan ini kebetulan memiliki genom terbesar. Kami ingin memahami alasannya,” kata Przelomska.
Lihat Juga :