Spesifikasi Roket Long March 5B China yang Jatuh di Samudra Hindia
Selasa, 05 Juli 2022 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Peluncuran pertama Long March 5B menempatkan prototipe pesawat ruang angkasa awak generasi baru ke LEO pada tahun 2020 dan meluncurkan modul inti stasiun ruang angkasa Tianhe 1 pada April 2021. Tahap pertama dari kedua roket Long March 5B ini akhirnya membuat profil tinggi , entri ulang yang tidak terkontrol.
Dikutip dari laman Spacenews.com, Long March 5B, varian roket terbesar China, berhasil meluncurkan modul Tianhe 22,5 metrik ton dari Wenchang Kamis 30 April 2021 waktu setempat. Tianhe terpisah dari tahap inti peluncur setelah 492 detik penerbangan, langsung memasuki orbit awal yang direncanakan.
Dirancang khusus untuk meluncurkan modul stasiun ruang angkasa ke orbit rendah Bumi, Long March 5B secara unik menggunakan tahap inti dan empat penguat samping untuk menempatkan muatannya langsung ke orbit rendah Bumi.
Baca juga; Puing Roket Long March 5B Sudah Jatuh ke Bumi, Diperkirakan Dekat Maladewa
Namun tahap inti ini sekarang juga berada di orbit dan kemungkinan akan masuk kembali secara tidak terkendali enam hari kemudian akibat interaksi yang berkembang dengan atmosfer menyeretnya ke Bumi. Ini menjadi salah satu contoh terbesar masuknya kembali pesawat ruang angkasa yang tidak terkendali ke Bumi.
Dikutip dari laman Spacenews.com, Long March 5B, varian roket terbesar China, berhasil meluncurkan modul Tianhe 22,5 metrik ton dari Wenchang Kamis 30 April 2021 waktu setempat. Tianhe terpisah dari tahap inti peluncur setelah 492 detik penerbangan, langsung memasuki orbit awal yang direncanakan.
Dirancang khusus untuk meluncurkan modul stasiun ruang angkasa ke orbit rendah Bumi, Long March 5B secara unik menggunakan tahap inti dan empat penguat samping untuk menempatkan muatannya langsung ke orbit rendah Bumi.
Baca juga; Puing Roket Long March 5B Sudah Jatuh ke Bumi, Diperkirakan Dekat Maladewa
Namun tahap inti ini sekarang juga berada di orbit dan kemungkinan akan masuk kembali secara tidak terkendali enam hari kemudian akibat interaksi yang berkembang dengan atmosfer menyeretnya ke Bumi. Ini menjadi salah satu contoh terbesar masuknya kembali pesawat ruang angkasa yang tidak terkendali ke Bumi.
Lihat Juga :