Ngeri, Astronot Terancam Kehilangan Massa Tulang hingga Tak Tersisa saat di Luar Angkasa
Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:00 WIB
loading...
Astronot akan kehilangan massa tulang dengan sangat cepat ketika berada di luar angkasa. Foto/DOK. NASA
A
A
A
JAKARTA - Bahaya mengancam para astronot yang bekerja di luar angkasa. Studi menyimpulkan mereka kehilangan massa tulang dalam jumlah besar saat berada di sana.
Bahkan ketika mereka balik ke bumi, massa tulang tersebut kemungkinan besar tidak akan kembali seperti semula. Hal itu justru disebutkan The Guardian akan jadi masalah serius untuk masa depan misi luar angkasa seperti penjelajahan di planet Mars.
Kehilangan massa tulang ini sebenarnya sudah diketahui oleh berbagai badan luar angkasa dunia. Dalam studi sebelumnya diperlihatkan para astronot yang bekerja di luar angkasa mengalami pengurangan massa tulang sebesar 1 persen hingga 2 persen. Hal itu terjadi karena ketiadaan gravitasi mengurangi tekanan pada kaki mereka ketika harus berdiri dan berjalan.
Beberapa waktu lalu studi baru telah dilakukan untuk mengetahui dampak akibat pengurangan kepadatan tulang itu. Terutama saat para astronot kembali ke bumi dan mulai berjalan normal lagi.
Baca juga : Dobrak Tradisi Mobil Negara, Presiden Baru Filipina Pilih Mercedes Dibanding SUV Toyota
Bahkan ketika mereka balik ke bumi, massa tulang tersebut kemungkinan besar tidak akan kembali seperti semula. Hal itu justru disebutkan The Guardian akan jadi masalah serius untuk masa depan misi luar angkasa seperti penjelajahan di planet Mars.
Kehilangan massa tulang ini sebenarnya sudah diketahui oleh berbagai badan luar angkasa dunia. Dalam studi sebelumnya diperlihatkan para astronot yang bekerja di luar angkasa mengalami pengurangan massa tulang sebesar 1 persen hingga 2 persen. Hal itu terjadi karena ketiadaan gravitasi mengurangi tekanan pada kaki mereka ketika harus berdiri dan berjalan.
Beberapa waktu lalu studi baru telah dilakukan untuk mengetahui dampak akibat pengurangan kepadatan tulang itu. Terutama saat para astronot kembali ke bumi dan mulai berjalan normal lagi.
Baca juga : Dobrak Tradisi Mobil Negara, Presiden Baru Filipina Pilih Mercedes Dibanding SUV Toyota
Lihat Juga :