Uniknya Gerhana di Luar Angkasa, Bulan Menutupi 67% Matahari
Kamis, 30 Juni 2022 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
SDO diluncurkan pada Februari 2010 dan merupakan bagian dari jaringan pesawat ruang angkasa surya dari NASA dan agen mitranya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Matahari akhir-akhir ini cukup aktif dan luar biasa di awal siklusnya, yang seharusnya mencapai puncaknya sekitar tahun 2025.
![Uniknya Gerhana di Luar Angkasa, Bulan Menutupi 67% Matahari]()
Para ilmuwan tertarik untuk mengikuti kisah asal mula jilatan api matahari dan ejeksi massa koronal yang menyertai partikel bermuatan, yang dapat menciptakan aurora berwarna-warni di atmosfer bumi jika CME diarahkan ke planet kita. Biasanya CME tidak berbahaya, tetapi ledakan yang kuat dapat mengganggu satelit, saluran listrik, dan infrastruktur lainnya.
Baca juga; NASA Ingatkan Bahayanya Melihat Langsung Gerhana Matahari Cincin
Itulah sebabnya para ilmuwan sangat tertarik pada prediksi yang baik. Bahkan, NASA telah mengirim misi pengamatan jarak dekat yang disebut Parker Solar Probe untuk menyelidiki korona atau wilayah luar matahari yang sangat panas, sementara satelit lain mengamati dari jauh.

Para ilmuwan tertarik untuk mengikuti kisah asal mula jilatan api matahari dan ejeksi massa koronal yang menyertai partikel bermuatan, yang dapat menciptakan aurora berwarna-warni di atmosfer bumi jika CME diarahkan ke planet kita. Biasanya CME tidak berbahaya, tetapi ledakan yang kuat dapat mengganggu satelit, saluran listrik, dan infrastruktur lainnya.
Baca juga; NASA Ingatkan Bahayanya Melihat Langsung Gerhana Matahari Cincin
Itulah sebabnya para ilmuwan sangat tertarik pada prediksi yang baik. Bahkan, NASA telah mengirim misi pengamatan jarak dekat yang disebut Parker Solar Probe untuk menyelidiki korona atau wilayah luar matahari yang sangat panas, sementara satelit lain mengamati dari jauh.
(wib)
Lihat Juga :