Inovasi Zebra Technologies Mulai Digandrungi di Perusahaan Pergudangan
Selasa, 28 Juni 2022 - 15:33 WIB
loading...
Hasil ini mengumpulkan masukan dari lebih dari 1.500 pembuat keputusan dan staf pergudangan di seluruh dunia. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Zebra Technologies Corporation, inovator di garis depan bisnis dengan solusi dan mitra yang membuktikan keunggulan kinerja, baru-baru ini melakukan penelitian global terbaru bertajuk “Warehousing Vision Study” untuk mendalami tren dan sentimen yang mendorong keputusan operasional dan anggaran di sektor pergudangan.
BACA JUGA - Indah Dorong Inovasi Layar Desa Ikut Kompetisi Inovasi
Hasil penelitianyang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 ini, dirilis hari Selasa (28/6/2022) survei yang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 ini mengumpulkan masukan dari lebih dari 1.500 pembuat keputusan dan staf pergudangan di seluruh dunia. Di Asia Pasifik, pasar yang disurvei untuk penelitian ini adalah Australia, China, India, Jepang dan Singapura.
Hampir 9 dari 10 operator gudang di dunia setuju bahwa mereka harus mengimplementasikan teknologi baru untuk memiliki daya saing di ekonomi berdasarkan permintaan ini, dengan 80% mengonfirmasi bahwa pandemi mendorong mereka untuk berkembang dan melakukan modernisasi dengan lebih cepat.
Mereka mengubah fokus mereka dan menghabiskan anggaran paling besar untuk teknologi yang mendukung perluasan tenaga kerja dan otomatisasi alur kerja. Sebagai contoh, lebih dari 9 dari 10 operator di semua wilayah, termasuk Asia Pasifik mengindikasikan bahwa mereka akan meningkatkan penggunaan wearable, mobile printer dan rugged tablet dalam beberapa tahun mendatang, bersama dengan mobile dimensioning software yang mengotomatisasi pengukuran parsel dan karton.
Selain itu, 27% operator gudang di dunia dan di Asia Pasifik sudah menggunakan beberapa jenis autonomous mobile robots (AMR) saat ini. Dalam lima tahun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah hingga 92% di Asia Pasifik dan 90% di seluruh dunia.
“Disrupsi akibat peristiwa yang terjadi di dunia baru-baru ini menekankan pentingnya rantai pasokan yang resilien dan fleksibel,” ucap Aik Jin Tan, APAC Vertical Solutions Lead for Manufacturing, Machine Vision/Fixed Industrial Scanning, Zebra Technologies.
“Yang menggembirakan, operator gudang di Asia Pasifik sudah mengambil langkah proaktif, di mana penelitian kami menunjukkan bahwa 84% dari mereka kini merasa lebih nyaman mengintegrasikan teknologi baru untuk menunjang operasional dan infrastruktur mereka,” katanya.
Staf gudang juga jadi lebih nyaman dengan penggunaan teknologi canggih oleh perusahaan. Kurang dari separuh (45%) staf mengatakan bahwa perusahaan menaikkan upah mereka atau menawarkan bonus di tengah pembatasan tenaga kerja.
Namun sebagian besar (82%) merasakan dampak positif dari situasi tersebut. Tren ini terus berlanjut di Asia Pasifik, di mana 9 dari 10 staf gudang merasakan dampak positif walaupun hanya 34% yang menyebutkan kalau perusahaan mereka menaikkan upah. Perusahaan memperbaiki kondisi kerja dengan cara lain, seperti memberikan mereka lebih banyak teknologi untuk digunakan saat bekerja dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan waktu kerja yang lebih fleksibel.
Bahkan, lebih dari 9 dari 10 staf gudang di dunia setuju pada tingkat tertentu bahwa kemajuan teknologi akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menarik bagi karyawan, bahkan di tengah ketatnya rantai pasokan, permintaan melonjak, dan ada tekanan yang meningkat untuk memenuhi tenggat waktu yang lebih sempit.
BACA JUGA - Indah Dorong Inovasi Layar Desa Ikut Kompetisi Inovasi
Hasil penelitianyang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 ini, dirilis hari Selasa (28/6/2022) survei yang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 ini mengumpulkan masukan dari lebih dari 1.500 pembuat keputusan dan staf pergudangan di seluruh dunia. Di Asia Pasifik, pasar yang disurvei untuk penelitian ini adalah Australia, China, India, Jepang dan Singapura.
Hampir 9 dari 10 operator gudang di dunia setuju bahwa mereka harus mengimplementasikan teknologi baru untuk memiliki daya saing di ekonomi berdasarkan permintaan ini, dengan 80% mengonfirmasi bahwa pandemi mendorong mereka untuk berkembang dan melakukan modernisasi dengan lebih cepat.
Mereka mengubah fokus mereka dan menghabiskan anggaran paling besar untuk teknologi yang mendukung perluasan tenaga kerja dan otomatisasi alur kerja. Sebagai contoh, lebih dari 9 dari 10 operator di semua wilayah, termasuk Asia Pasifik mengindikasikan bahwa mereka akan meningkatkan penggunaan wearable, mobile printer dan rugged tablet dalam beberapa tahun mendatang, bersama dengan mobile dimensioning software yang mengotomatisasi pengukuran parsel dan karton.
Selain itu, 27% operator gudang di dunia dan di Asia Pasifik sudah menggunakan beberapa jenis autonomous mobile robots (AMR) saat ini. Dalam lima tahun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah hingga 92% di Asia Pasifik dan 90% di seluruh dunia.
“Disrupsi akibat peristiwa yang terjadi di dunia baru-baru ini menekankan pentingnya rantai pasokan yang resilien dan fleksibel,” ucap Aik Jin Tan, APAC Vertical Solutions Lead for Manufacturing, Machine Vision/Fixed Industrial Scanning, Zebra Technologies.
“Yang menggembirakan, operator gudang di Asia Pasifik sudah mengambil langkah proaktif, di mana penelitian kami menunjukkan bahwa 84% dari mereka kini merasa lebih nyaman mengintegrasikan teknologi baru untuk menunjang operasional dan infrastruktur mereka,” katanya.
Staf gudang juga jadi lebih nyaman dengan penggunaan teknologi canggih oleh perusahaan. Kurang dari separuh (45%) staf mengatakan bahwa perusahaan menaikkan upah mereka atau menawarkan bonus di tengah pembatasan tenaga kerja.
Namun sebagian besar (82%) merasakan dampak positif dari situasi tersebut. Tren ini terus berlanjut di Asia Pasifik, di mana 9 dari 10 staf gudang merasakan dampak positif walaupun hanya 34% yang menyebutkan kalau perusahaan mereka menaikkan upah. Perusahaan memperbaiki kondisi kerja dengan cara lain, seperti memberikan mereka lebih banyak teknologi untuk digunakan saat bekerja dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan waktu kerja yang lebih fleksibel.
Bahkan, lebih dari 9 dari 10 staf gudang di dunia setuju pada tingkat tertentu bahwa kemajuan teknologi akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menarik bagi karyawan, bahkan di tengah ketatnya rantai pasokan, permintaan melonjak, dan ada tekanan yang meningkat untuk memenuhi tenggat waktu yang lebih sempit.
(wbs)
Lihat Juga :