Mengenal Cara Kerja HAARP, Penelitian Ionosfer AS yang Dicurigai sebagai Senjata Pembuat Bencana

Senin, 27 Juni 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Penelitiannya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif. Penelitian aktif memerlukan penggunaan instrumen Penelitian Ionosfer, sedangkan penelitian pasif hanya menggunakan instrumen pemantauan. Dengan HAARP, para ilmuwan bisa mengetahui kapan dan dimana gangguan akan terjadi.

Selama lebih dari 25 tahun, Direktorat Kendaraan Luar Angkasa Laboratorium Penelitian Angkatan Udara (AFRL) di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, New Mexico dan Universitas Alaska Fairbanks(UAF) telah berkolaborasi dalam penelitian ionosfer di HAARP.

Pembangunan fasilitas penelitian HAARP sendiri dilakukan pada 1993. Fasilitas fungsional pertama selesai pada 1994 dengan tiga instrumen diagnostik pasif dan pemancar HF prototipe evaluasi yang terdiri dari 18 elemen antena dengan daya pancar sekitar 360 kW.

Pada 1999, HAARP telah mencapai pengembangan tingkat menengah yang mampu melakukan penelitian ionosfer berkualitas tinggi. Setelah itu, pada 2003 dan 2006 instrumen baru ditambahkan. Termasuk radar ionosfer UHF dan kubah teleskopik untuk pengamatan optik.

Lantas, bagaimanakah cara kerja dari HAARP ini?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Struktur Aneh Berbentuk...
Struktur Aneh Berbentuk Huruf Ditemukan di Lapisan Atmosfer Bumi
Pesawat Ruang Angkasa...
Pesawat Ruang Angkasa Kargo Rusia Progress MS-23 Terbakar di Atmosfer Bumi
Penemuan Besar, Pertama...
Penemuan Besar, Pertama Kali Para Astronom Mendeteksi Oksigen di Planet Venus
Pesawat Tempur MiG-31...
Pesawat Tempur MiG-31 Rusia Simulasi Perang Stratosfer, Tembus Orbit Bumi Setinggi 11 Km
Waspada, Satelit Eropa...
Waspada, Satelit Eropa Seberat 1.360 Kg Bakal Jatuh ke Bumi
Pesawat Ruang Angkasa...
Pesawat Ruang Angkasa Orion Dilapisi Pelindung Panas, Tahan Suhu 2.760 Derajat Celcius
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
Kasus (Tudingan) Ijazah...
Kasus (Tudingan) Ijazah Palsu Jokowi: Lakukan Cross Examination
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved