Ilmuwan Temukan Fosil Vampir Laut Penghisap Darah
Jum'at, 24 Juni 2022 - 13:25 WIB
loading...
Cumi Vampyronassa rhodanica yang hidup 160 juta tahun lalu menghisap darah mangsanya. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Vampir ternyata tidak hanya eksis di dongeng dan film Hollywood. Sekitar 160 juta tahun lalu, ada vampir yang berkeliaran di bumi. Tepatnya, di dalam laut. Dan monster laut tersebut benar-benar menghisap darah mangsanya.
Analisis itu muncul dari fosil cumi-cumi yang terpelihara dengan baik. Namanya, Vampyronassa rhodanica . Setelah ditelusuri, fosil tersebut ternyata berasal dari keluarga yang sama dengan cumi-cumi modern Vampyroteuthis infernalis.
Bedanya, Vampyroteuthis infernalis adalah cumi-cumi yang memang memiliki semacam mulut pengisap. Tapi, hanya digunakan untuk menghisap serpihan organik yang melayang di laut.
Ahli paleontologi Alison Rowe dari Universitas Sorbonne di Prancis mengakui bahwa sangat sulit mendapatkan fosil hewan lembek seperti cumi. ”Karena itu, jumlah fosil cumi terbatas sekali. Jaringan lunak tidak mudah memfosil sebaik tulang,” ungkap Alison.
Tapi, langka bukan berarti tidak ada. Rowe dan rekan-rekannya berhasil mempelajari tiga fosil V. rhodanica dari lagerstätte (endapan sedimen) yang diduga berusia lebih dari 160 juta tahun yang lalu di La Voulte-sur-Rhône di Prancis.
Analisis itu muncul dari fosil cumi-cumi yang terpelihara dengan baik. Namanya, Vampyronassa rhodanica . Setelah ditelusuri, fosil tersebut ternyata berasal dari keluarga yang sama dengan cumi-cumi modern Vampyroteuthis infernalis.
Bedanya, Vampyroteuthis infernalis adalah cumi-cumi yang memang memiliki semacam mulut pengisap. Tapi, hanya digunakan untuk menghisap serpihan organik yang melayang di laut.
Ahli paleontologi Alison Rowe dari Universitas Sorbonne di Prancis mengakui bahwa sangat sulit mendapatkan fosil hewan lembek seperti cumi. ”Karena itu, jumlah fosil cumi terbatas sekali. Jaringan lunak tidak mudah memfosil sebaik tulang,” ungkap Alison.
Tapi, langka bukan berarti tidak ada. Rowe dan rekan-rekannya berhasil mempelajari tiga fosil V. rhodanica dari lagerstätte (endapan sedimen) yang diduga berusia lebih dari 160 juta tahun yang lalu di La Voulte-sur-Rhône di Prancis.
Lihat Juga :