Komet Berukuran 2 Kali Gunung Everest Melewati Bumi Bulan Depan

Rabu, 22 Juni 2022 - 23:40 WIB
loading...
Komet Berukuran 2 Kali...
Komet kolosal berukuran 2 kali besar gunung Everest yang dijuluki C/2017 K2 (PanSTARRS) akan melewati Bumi pada 14 Juli 2022. Foto/jpost/wikicommons
A A A
FLORIDA - Komet kolosal berukuran 2 kali besar gunung Everest yang dijuluki C/2017 K2 (PanSTARRS) akan melewati Bumi pada 14 Juli 2022. Komet C/2017 K2, adalah komet Awan Oort besar yang pertama kali ditemukan pada tahun 2017 menggunakan alat survei Pan-STARRS.

Menurut data awal yang diperoleh dari pengamatan melalui Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii, inti komet diperkirakan memiliki lebar antara 30 kilometer hingga 160 kilometer. Tetapi pengamatan selanjutnya yang dilakukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA melukiskan gambaran yang lebih kecil, memberikan diameter sekitar 18 kilometer.

Namun, jangan salah, ukuran ini masih sangat besar. Untuk konteksnya, Gunung Everest, gunung terbesar di Bumi, memuncak pada ketinggian sekitar 8.000 meter, atau delapan kilometer. Jadi komet itu berukuran dua kali lebih besar gunung Everest.

Baca juga; Komet Raksasa Ditemukan, Diameternya Capai 150 Kilometer

Hal ini didukung oleh koma C/2017 K2, yang diperkirakan berdiameter 130.000 kilometer, hampir seukuran Jupiter, dan memiliki ekor yang panjangnya bisa mencapai 800.000 kilometer. Meskipun ukurannya 2 kali gunung Everest, tapi komet ini bukanlah yang terbesar.

Dikutip dari laman jpost, Rabu (22/6/2022), komet sebagian besar terdiri dari es dan debu, bersama dengan beberapa partikel berbatu. Komet Awan Oort adalah komet yang berasal dari Awan Oort, area berteori di tepi luar tata surya yang pada dasarnya adalah cangkang bulat yang terdiri dari potongan puing es.
Komet Berukuran 2 Kali Gunung Everest Melewati Bumi Bulan Depan


Potongan-potongan puing inilah yang, ketika jatuh dari awan, menuju Matahari dan menjadi komet. Namun, awan ini sangat misterius. Ukuran dan massanya yang tepat adalah sebuah misteri, dan bahkan seluruh keberadaannya hanya diteorikan karena banyak kometnya terlalu jauh untuk diamati, yang berarti struktur astronomis yang besar ini pada dasarnya tidak terlihat.

Baca juga; Dijuluki Megakomet, Ini Komet Terbesar Berukuran 137 Kilometer

Ketika komet terbang dekat dengan Matahari, panas menyebabkannya menghangat dan melepaskan gas. Ini kemudian membentuk jejak terang besar yang dikenal sebagai koma dan kadang-kadang bahkan ekor. Ini dapat membantu membuat komet lebih terang – yang, pada gilirannya, membuat mereka lebih mudah dikenali, bahkan dengan mata telanjang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komet Ini Secara Misterius...
Komet Ini Secara Misterius Berbalik Arah setelah Melewati Matahari
NASA Merilis Gambar...
NASA Merilis Gambar Baru Komet Antarbintang 3I/ATLAS
NASA Buka Suara Soal...
NASA Buka Suara Soal Dugaan Pesawat Alien 3I/ATLAS: Itu Cuma Komet Biasa!
Debat Sengit Para Ilmuwan,...
Debat Sengit Para Ilmuwan, 3I/ATLAS Adalah Komet Raksasa atau Pesawat Alien?
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
lmuwan China Temukan...
lmuwan China Temukan Planet Bumi Super
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
1.000 Pendaki Terjebak...
1.000 Pendaki Terjebak Badai Salju Everest, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Rekomendasi
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Berita Terkini
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved