Merpati Kura-Kura yang Disakralkan dalam Mitologi Kuno, Populasinya di Ambang Kepunahan
Senin, 20 Juni 2022 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Hampir 1.000 sukarelawan, petani, kelompok belajar dan klub burung daerah ambil bagian dalam survei tersebut. Konservasionis juga mengatakan mereka berharap jumlah burung merak kura-kura akan meningkat menyusul larangan berburu di Prancis, Spanyol, dan Portugal.
Sebuah proyek bernama Operation Turtle Dove, kemitraan antara RSPB, badan amal konservasi Fair to Nature, Pensthorpe Conservation Trust, dan Natural England, juga bekerja untuk memulihkan dan menciptakan habitat perkembangbiakan baru untuk satu-satunya spesies merpati migrasi jarak jauh di Eropa.
Baca juga; Kisah Dha'if? Burung Merpati dan Laba-Laba Penyelamat Nabi SAW
![Merpati Kura-Kura yang Disakralkan dalam Mitologi Kuno, Populasinya di Ambang Kepunahan]()
Dikutip dari laman Avibirds, referensi tentang merpati kura-kura dikenal dalam mitologi Yunani dan Romawi. Dalam mitologi Yunani, merpati kura-kura menarik kereta emas sang Dewi Cinta Aphrodite, dan ini mungkin awal dari lambang merpati sebagai pesan cinta dan perdamaian.
Menurut penulis Romawi abad ke-3 Claudius Aelianus dalam karyanya yang terkenal 'De Natura Animalium' (Tentang sifat hewan) bahwa Dewi Panen Yunani Demeter, menganggap merapti kura-kura suci. Mungkin ini karena hubungan yang erat antara panen biji-bijian dan burung merpati kura-kura.
Sebuah proyek bernama Operation Turtle Dove, kemitraan antara RSPB, badan amal konservasi Fair to Nature, Pensthorpe Conservation Trust, dan Natural England, juga bekerja untuk memulihkan dan menciptakan habitat perkembangbiakan baru untuk satu-satunya spesies merpati migrasi jarak jauh di Eropa.
Baca juga; Kisah Dha'if? Burung Merpati dan Laba-Laba Penyelamat Nabi SAW

Dikutip dari laman Avibirds, referensi tentang merpati kura-kura dikenal dalam mitologi Yunani dan Romawi. Dalam mitologi Yunani, merpati kura-kura menarik kereta emas sang Dewi Cinta Aphrodite, dan ini mungkin awal dari lambang merpati sebagai pesan cinta dan perdamaian.
Menurut penulis Romawi abad ke-3 Claudius Aelianus dalam karyanya yang terkenal 'De Natura Animalium' (Tentang sifat hewan) bahwa Dewi Panen Yunani Demeter, menganggap merapti kura-kura suci. Mungkin ini karena hubungan yang erat antara panen biji-bijian dan burung merpati kura-kura.
(wib)
Lihat Juga :