CEO Telegram Buka Suara soal Layanan Premium, Apakah Kelebihannya?

Minggu, 12 Juni 2022 - 06:54 WIB
loading...
CEO Telegram Buka Suara...
Layanan Telegram Premium diperkirakan telah beredar selama berminggu-minggu, karena perusahaan menguji versi beta di iOS. Foto/Techradar
A A A
MOSKOW - Layanan Telegram Premium diperkirakan telah beredar selama berminggu-minggu, karena perusahaan menguji versi beta di iOS. CEO dan pendiri Telegram Pavel Durov mengkonfirmasi rumor ini, melalui saluran resminya untuk mengungkapkan peningkat baru pada layanan premium ini.

Secara resmi, paket berlangganan, yang akan berdampingan dengan layanan gratis, akan menambahkan fitur baru, seperti mengirim "dokumen ekstra besar" serta meningkatkan kecepatan aplikasi. Anggota layanan premium juga akan mendapatkan pengalaman pertama pada fitur-fitur baru tersebut.

Durov mengklarifikasi bahwa tidak ada fitur gratis yang tiba-tiba dilempar ke balik paywall dan mengharapkan yang baru di kemudian hari. Nanti akan ada peningkatan interaktivitas antara pengguna Premium dan gratis.

Baca juga; 4 Keunggulan Telegram Dibandingkan Whatsapp

Misalnya, pengguna gratis akan dapat membaca file besar yang dikirimkan kepada mereka oleh anggota berbayar atau mengetuk Reaksi Premium pada pesan yang disematkan. Tidak banyak yang bisa dipetik dari pernyataan Durov, tetapi ada beberapa kebocoran potensial.

Menurut saluran Telegram leak channel, tingkat Premium baru dapat mencakup peningkatan ukuran unggahan hingga 4GB, avatar animasi, alat manajemen obrolan baru, dan konversi suara-ke-teks. Ketika Techradar menghubungi Telegram untuk mengkonfirmasi detail ini, serta berapa harganya, belum ada tanggapan resmi dari Telegram.

Dikutip dari laman Techradar, Minggu (12/6/2022), monetisasi telah menjadi poin penting bagi perusahaan. Selama sembilan tahun terakhir, Telegram telah menjadi layanan gratis tetapi itu harus berubah karena, seperti yang dijelaskan Durov, Telegram membutuhkan uang.

Baca juga; CEO Telegram Hapus Ratusan Pesan Berisi Hasutan

Dia mengungkapkan bahwa ketika orang meminta Telegram untuk menambahkan lebih banyak fitur, perusahaan mengalami masalah keberlanjutan. Jika Telegram menambahkan semua yang diinginkan orang, biaya server akan menjadi benar-benar "tidak dapat diatur" dan dapat memaksanya untuk menutup aplikasi.

Peningkatan Layanan Premium adalah cara bagi pengguna untuk mendukung aplikasi secara langsung. Telegram telah bereksperimen di masa lalu dengan berbagai metode crowdfunding. Beberapa, seperti Pesan Bersponsor, disimpan dan diintegrasikan ke dalam Platform Iklan aplikasi.

Yang lain lebih berbahaya seperti platform blockchain bernilai miliaran dolar, TON. SEC akhirnya mengetahui TON dengan Durov dengan cepat meninggalkan kapal dan membuang proyek tersebut.

Akan menarik untuk melihat apakah layanan Telegram Premium adalah pembuat uang yang diinginkan perusahaan. Apakah layanan Premium lebih membumi dibandingkan dengan proyek blockchain yang gagal.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Ciri-Ciri Kejahatan...
Ciri-Ciri Kejahatan Scam Telegram Palsu yang Harus Diwaspadai
Telegram Kini BIsa Login...
Telegram Kini BIsa Login Menggunakan Passkey Tanpa SMS
Rusia Blokir Panggilan...
Rusia Blokir Panggilan WhatsApp dan Telegram, Ini Alasannya
Telegram Kenalkan Fitur...
Telegram Kenalkan Fitur Baru Pencarian Postingan Publik
Konten Telegram Kini...
Konten Telegram Kini Bisa Disebar lewat Google Cast
Program Magang Berbayar...
Program Magang Berbayar Batch 2 Dibuka November, Jaring 80.000 Peserta
Penghapusan Beras Medium...
Penghapusan Beras Medium dan Premium Tunggu Restu Presiden
Vision+ Paket Premium...
Vision+ Paket Premium Terbaru Jangkau Seluruh Segmen Penonton, Tawarkan Beragam Konten Menarik
Rekomendasi
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved