NASA Sebut Belum Ada Bukti UFO Berasal dari Luar Bumi
Jum'at, 10 Juni 2022 - 07:30 WIB
loading...
NASA telah membentuk tim ilmuwan yang menghabiskan waktu sembilan bulan untuk mengevaluasi fenomena udara tak dikenal (unidentified aerial phenomena/UAP) yang lazim disebut UFO (unidentified flying object). Foto/Department of Defense/Space.com
A
A
A
FLORIDA - NASA telah membentuk tim ilmuwan yang menghabiskan waktu sembilan bulan untuk mengevaluasi fenomena udara tak dikenal (unidentified aerial phenomena/UAP) yang lazim disebut UFO (unidentified flying object). Studi dimulai awal musim gugur ini untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait penampakan benda-benda di langit yang belum teridentifikasi sebagai pesawat terbang atau kejadian alam lainnya.
Pertanyaan-pertanyaan itu termasuk mengevaluasi data apa yang sudah ada yang harus dianalisis oleh komunitas ilmiah. Termasuk bagaimana menerapkan kecerdasan buatan dan teknologi pembelajaran mesin untuk masalah fenomena udara tak dikenal atau alien ini.
Administrator Asosiasi NASA untuk Direktorat Misi Sains, Thomas Zurbuchen mengatakan, tim yang dibentuk ini terus berusaha membuat masalah ini menjadi jelas. Zurbuchen pada pertemuan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Kamis 9 Juni 2022 memberikan penilaian baru tentang penelitian yang berisiko dan berdampak tinggi.
Baca juga; AS Simpan 1.500 Dokumen Berisi Laporan Aktivitas Baru UFO
Zurbuchen menyebut pekerjaan panel baru ini sebagai portofolio "bersih dan kokoh dalam risiko tinggi, penelitian berdampak tinggi". Panel akan dipimpin oleh David Spergel, astrofisikawan di Universitas Princeton, dibantu oleh Daniel Evans, asisten wakil administrator asosiasi untuk penelitian di NASA.
Pertanyaan-pertanyaan itu termasuk mengevaluasi data apa yang sudah ada yang harus dianalisis oleh komunitas ilmiah. Termasuk bagaimana menerapkan kecerdasan buatan dan teknologi pembelajaran mesin untuk masalah fenomena udara tak dikenal atau alien ini.
Administrator Asosiasi NASA untuk Direktorat Misi Sains, Thomas Zurbuchen mengatakan, tim yang dibentuk ini terus berusaha membuat masalah ini menjadi jelas. Zurbuchen pada pertemuan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Kamis 9 Juni 2022 memberikan penilaian baru tentang penelitian yang berisiko dan berdampak tinggi.
Baca juga; AS Simpan 1.500 Dokumen Berisi Laporan Aktivitas Baru UFO
Zurbuchen menyebut pekerjaan panel baru ini sebagai portofolio "bersih dan kokoh dalam risiko tinggi, penelitian berdampak tinggi". Panel akan dipimpin oleh David Spergel, astrofisikawan di Universitas Princeton, dibantu oleh Daniel Evans, asisten wakil administrator asosiasi untuk penelitian di NASA.
Lihat Juga :