Microsoft Temukan Jutaan Smartphone Android yang Sangat Mudah Dibajak

Minggu, 05 Juni 2022 - 23:37 WIB
loading...
Microsoft Temukan Jutaan...
Play Protect yang selama ni digunakan Google untuk sistem operasi Android-nya sama sekali tidak mampu mengidentifikasi kerentanan. Untuk melindungi pengguna. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Microsoft menyebut jutaan smartphone berbasis Android sangat berisiko untuk diretas. Raksasa teknologi asal AS itu mengklaim telah menemukan kerentanan keamanan baik di aplikasi yang ada di Play Store maupun di aplikasi bawaan.

Tampaknya Play Protect yang selama ni digunakan Google untuk sistem operasi Android-nya sama sekali tidak mampu mengidentifikasi kerentanan. Untuk melindungi pengguna, pembaruan darurat telah tersedia dengan bantuan pakar Microsoft.

BACA JUGA - Cisco Umbrella Katanya Efektif Tangkis Serangan Hacker

Melansir dari Gizchina, Minggu (5/6/2022) dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situsnya, Microsoft menjelaskan bahwa mereka melihat kerentanan dengan tingkat keparahan tinggi dalam kerangka kerja seluler milik mce Systems pada September 2021.

Ini adalah perusahaan Israel yang menyediakan kerangka kerja perangkat lunak untuk pengembang. Kerangka kerja yang dibuat sebelumnya ini memberikan kemudahan bagi pengembang dan untuk mengaktifkan perangkat Android. Namun, "kontrol ekstensif" dari produk yang disediakan oleh mce Systems menjadikannya target utama bagi peretas.

Menurut peneliti Microsoft, kerangka kerja ini digunakan oleh banyak perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengembangan aplikasi, termasuk aplikasi bawaan smartphone yang sialnya seringkali tidak mungkin untuk menyingkirkan aplikasi ini dengan mencopot pemasangannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Rekomendasi
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Berita Terkini
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved