Lebih Besar dan Lebih Panas dari Bumi, 2 Planet Misterius Ini Akan Diamati Teleskop James Webb
Selasa, 31 Mei 2022 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Planet Kembaran Bumi Ditemukan, Miliki Atmosfer dan Awan
Sementara tim kedua yang dipimpin oleh Alexis Brandeker, seorang profesor dari Universitas Stockholm, akan mengukur panas dari sisi yang terang planet 55 Cancri e. “Kedua investigasi ini akan memberi kita perspektif baru yang fantastis tentang planet yang mirip Bumi secara umum, membantu kita mempelajari seperti apa Bumi awal ketika masih panas seperti planet-planet ini sekarang,” kata Kreidberg.
![Lebih Besar dan Lebih Panas dari Bumi, 2 Planet Misterius Ini Akan Diamati Teleskop James Webb]()
Sedangkan untuk planet LHS 3844 b yang juga merupakan pengorbit dekat, bergerak mengelilingi bintang induknya setiap 11 jam. Namun, bintangnya lebih kecil dan lebih dingin daripada 55 Cancri e.
Jadi permukaan planet kemungkinan jauh lebih dingin, dan pengamatan Spitzer menunjukkan kemungkinan tidak ada atmosfer substansial di planet ini. Sebuah tim yang dipimpin oleh astronom Laura Kreidberg di Institut Astronomi Max Planck berharap dapat menangkap sinyal permukaan menggunakan spektroskopi.
Di mana panjang gelombang cahaya yang berbeda menunjukkan elemen yang berbeda. Spektrum emisi termal dari sisi siang hari planet akan dibandingkan dengan batuan yang dikenal seperti basal dan granit untuk melihat apakah mereka dapat menyimpulkan komposisi permukaan.
Sementara tim kedua yang dipimpin oleh Alexis Brandeker, seorang profesor dari Universitas Stockholm, akan mengukur panas dari sisi yang terang planet 55 Cancri e. “Kedua investigasi ini akan memberi kita perspektif baru yang fantastis tentang planet yang mirip Bumi secara umum, membantu kita mempelajari seperti apa Bumi awal ketika masih panas seperti planet-planet ini sekarang,” kata Kreidberg.

Sedangkan untuk planet LHS 3844 b yang juga merupakan pengorbit dekat, bergerak mengelilingi bintang induknya setiap 11 jam. Namun, bintangnya lebih kecil dan lebih dingin daripada 55 Cancri e.
Jadi permukaan planet kemungkinan jauh lebih dingin, dan pengamatan Spitzer menunjukkan kemungkinan tidak ada atmosfer substansial di planet ini. Sebuah tim yang dipimpin oleh astronom Laura Kreidberg di Institut Astronomi Max Planck berharap dapat menangkap sinyal permukaan menggunakan spektroskopi.
Di mana panjang gelombang cahaya yang berbeda menunjukkan elemen yang berbeda. Spektrum emisi termal dari sisi siang hari planet akan dibandingkan dengan batuan yang dikenal seperti basal dan granit untuk melihat apakah mereka dapat menyimpulkan komposisi permukaan.
(wib)
Lihat Juga :