Tinggal di Planet Mars yang Keras, Manusia Perlu Dimodifikasi Seperti Cyborg

Senin, 30 Mei 2022 - 23:20 WIB
loading...
Tinggal di Planet Mars...
Gambaran konsep tentang seperti apa kehidupan di Mars. Gagasan untuk tinggal di Mars mungkin terdengar seperti film fiksi ilmiah, namun NASA dan SpaceX secara serius mempertimbangkannya sebagai sebuah kemungkinan. Foto/dailymail
A A A
LONDON - Ide untuk tinggal di Planet Mars , meskipun terdengan seperti film fiksi ilmiah, NASA dan SpaceX tetap serius untuk mewujudkannnya. Walaupun tantangan berat bakal dihadapi manusia jika tinggal di planet Mars yang memikili karakteristik berbeda dengan Bumi.

Mengingat banyak tantangan yang dihadapi di planet Mars bagi manusia untuk tinggal di sana, perlu berbagai teknologi dikembangkan agar bisa beradaptasi. Seorang astronom Inggris Lord Martin Rees menyampaikan ide agar manusia melakukan modifikasi dengan robot, layaknya film cyborg, untuk mampu bertahan hidup di Mars.

“Kami tidak tahu campuran apa yang akan mereka buat dari daging dan darah dan elektronik, tetapi jika mereka menjadi elektronik maka tentu saja mereka bisa mendekati keabadian. Mereka akan menggunakan semua teknik ini untuk menyesuaikan diri,” katanya dikutip SINDOnews dari laman dailymail, Senin (30/5/2022).

Baca juga; Elon Musk Yakin Bisa Kirim Manusia ke Mars Tahun 2026

Jadi, apakah orang Mars di masa depan benar-benar perlu menjadi cyborg? Tentu saat ini belum ada yang mampu menjawab secara pasti. Namun, jika teknologi menjadi cyborg terwujud, kemungkinan besar mampu beradaptasi dengan tantangan berat di planet Mars.

Di antaranya, bertahan dalam gaya berat mikro, beradaptasi dengan iklim, dan bernapas di planet Mars. Salah satu tantangan terbesar bagi penjajah manusia adalah tetap bugar dan sehat di Mars, sebab astronot juga mengalami perubahan tulang dan otot di luar angkasa.

Penelitian telah menunjukkan bahwa transisi dari satu medan gravitasi ke medan gravitasi lainnya dapat mempengaruhi orientasi spasial, koordinasi kepala-mata dan tangan-mata, keseimbangan dan penggerak.

Baca juga; Bangun Kota di Mars dan Bulan, Elon Musk Berambisi Jajah Tata Surya

NASA sedang mencari beberapa cara untuk menjaga kesehatan astronot selama misi ke Mars, termasuk perangkat gravitasi buatan dan platform getaran untuk membantu regenerasi tulang dan otot.

Menjadi cyborg bisa bermanfaat dalam membantu melawan efek gayaberat mikro pada tubuh manusia. Misalnya, manusia dapat dipasangi paru-paru besi atau pelat baja di bawah kulit untuk melindungi organ lunak dan membuat lebih tahan terhadap efek gayaberat mikro.
Tinggal di Planet Mars yang Keras, Manusia Perlu Dimodifikasi Seperti Cyborg


Posisi planet Mars yang lebih jauh dari matahari, membuat suhu di sana jauh lebih dingin daripada di Bumi. Di Planet Merah, suhu bisa turun hingga minus 128°C. Sebagai perbandingan, suhu terendah di Bumi adalah minus 88°C.

Baca juga; Robot Penjelajah China Temukan Air di Planet Mars

Untungnya, pakaian antariksa generasi berikutnya NASA, yang diluncurkan pada 2019, dirancang untuk menahan suhu ekstrem, dan akan membantu menjaga para pemukim tetap hangat. Cyborg dapat memiliki teknologi serupa yang ditanamkan di tubuh mereka atau dalam bentuk kerangka luar, meskipun pakaian antariksa NASA akan menawarkan alternatif yang baik.
Tinggal di Planet Mars yang Keras, Manusia Perlu Dimodifikasi Seperti Cyborg


Untuk bernapas di Mars tanpa pelindung, manusia bisa langsung mati lemas. Sebab, atmosfer di Mats sangat tipis dan sebagian besar didominasi oleh karbon dioksida. “Bagi orang-orang di Bumi, itu adalah gas beracun pada konsentrasi tinggi,” jelas Dr Phylindia Gant dan Amy Williams, ahli geologi dari University of Florida.

Tentu dengan teknologi cyborg bisa membuat lebih mudah bernapas di Mars tanpa bantuan. Misalnya, entah bagaimana caranya, cyborg dilengkapi alat pernapasan permanen yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menyaring CO2 dan menyediakan oksigen bagi tubuh.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa...
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Megamerger Rp20.875...
Megamerger Rp20.875 Triliun: Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI demi Kuasai Komputasi Langit!
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
SpaceX Dilaporkan Mempertimbangkan...
SpaceX Dilaporkan Mempertimbangkan Bergabung dengan Tesla
Rekomendasi
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved