Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
Kamis, 26 Mei 2022 - 11:32 WIB
loading...
Turkmenistan berencana tutup Gerbang Mulut Neraka. FOTO/ Direct Supply Network.
A
A
A
SIBERIA - Mulut Neraka di Siberia Rusia dan Gerbang Neraka Turkmenistan mempunyai perbedaan mendasar jika Mulut Neraka mengeluarkan kawah, Gerbang Neraka mengeluarkan api.
Dilansir dari Unilad, The gateway to Hell merupakan kawah bernama Darvaza dengan lubang sedalam 30 meter dan lebar 69 meter. Kawah api yang terletak di tengah padang pasir Karakun, 150 mil dari Ashgabat, konon terus menyala selama puluhan tahun.
BACA JUGA - 'Mulut Neraka' di Siberia Mulai Menelan Apapun di Sekitarnya
Menurut ahli geologi Turkmen Anatoly Bushmakin, gerbang neraka ini sendiri ditemukan secara tak sengaja oleh sekelompok insiyur Soviet yang sedang mengeksplorasi sumber gas alam di kasawan itu pada tahun 1971. Saat melakukan eksploitasi, tanah yang mereka gali tiba-tiba amblas dan mulai mengeluarkan sejumlah titik api.
Khawatir gas beracun berbahaya yang dilepaskan dari kawah akan menyebar ke kota-kota terdekat, para insinyur berpikir bahwa cara terbaik untuk menghentikannya adalah dengan membakar habis gas tersebut. Sebelumnya diperkirakan gas tersebut akan terbakar habis dalam beberapa minggu, namun justru terus menyala selama lebih dari empat dekade.
Dilansir dari Unilad, The gateway to Hell merupakan kawah bernama Darvaza dengan lubang sedalam 30 meter dan lebar 69 meter. Kawah api yang terletak di tengah padang pasir Karakun, 150 mil dari Ashgabat, konon terus menyala selama puluhan tahun.
BACA JUGA - 'Mulut Neraka' di Siberia Mulai Menelan Apapun di Sekitarnya
Menurut ahli geologi Turkmen Anatoly Bushmakin, gerbang neraka ini sendiri ditemukan secara tak sengaja oleh sekelompok insiyur Soviet yang sedang mengeksplorasi sumber gas alam di kasawan itu pada tahun 1971. Saat melakukan eksploitasi, tanah yang mereka gali tiba-tiba amblas dan mulai mengeluarkan sejumlah titik api.
Khawatir gas beracun berbahaya yang dilepaskan dari kawah akan menyebar ke kota-kota terdekat, para insinyur berpikir bahwa cara terbaik untuk menghentikannya adalah dengan membakar habis gas tersebut. Sebelumnya diperkirakan gas tersebut akan terbakar habis dalam beberapa minggu, namun justru terus menyala selama lebih dari empat dekade.
Lihat Juga :