Pasien Gagal Jantung yang Tidak Menikah Berisiko Tinggi Alami Kematian
Minggu, 22 Mei 2022 - 06:00 WIB
loading...
Pasien gagal jantung yang tidak menikah atau tidak punya pasangan mengalami kesulitan dalam melakukan pengobatan dan sistem dukungan yang rendah. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Pasien gagal jantung yang tidak menikah memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah dalam memperbaiki kondisi kesehatan dan kehidupan sosial yang lebih baik. Kondisi itu diungkap melalui sebuah penelitian yang dipaparkan dalam ajang Heart Failure 2022 yang diselenggarakan European Society of Cardialogy (ESC) baru-baru ini.
Dalam pemaparan yang sama disebutkan kerentanan itu justru berpotensi tinggi pada tingkat kematian. "Dukungan sosial membantu pasien dalam memperbaiki kondisi jangka panjang mereka," ujar Dr Fabian Kerwagen dari Comprehensive Heart Failure Center di University Hospital Wurzburg, Jerman.
"Pasangan hidup dapat membantu pasien dalam menaati konsumsi obat yang telah diberikan. Memberikan semangat dan membantu mengembangkan perilaku yang lebih sehat, yang semuanya dapat memengaruhi umur panjang," tambah Dr Fabian Kerwagen.
Dia mengatakan dalam penelitian itu diketahui pasien gagal jantung yang belum menikah menunjukkan interaksi sosial yang lebih sedikit daripada pasien yang sudah menikah . Alhasil mereka kurang percaya diri untuk mengatasi penyakit gagal jantung mereka. "Kami sedang menjajaki, apakah faktor-faktor ini juga dapat menjelaskan sebagian hubungan dengan kelangsungan hidup," terangnya.
Baca juga : Bukan Bajakan, Mobil China Ini Padukan Desain Jeep dan Toyota
![Pasien Gagal Jantung yang Tidak Menikah Berisiko Tinggi Alami Kematian]()
Diketahui Pada penelitian itu menunjukkan bahwa kondisi tidak menikah merupakan indikator prognosis yang kurang menguntungkan baik pada populasi umum maupun pada pasien dengan penyakit arteri koroner. Analisis post-hoc dari studi Extended Interdisciplinary Network Heart Failure (E-INH) menyelidiki keterkaitan prognostik antara status perkawinan pada pasien dengan gagal jantung kronis.
Dalam pemaparan yang sama disebutkan kerentanan itu justru berpotensi tinggi pada tingkat kematian. "Dukungan sosial membantu pasien dalam memperbaiki kondisi jangka panjang mereka," ujar Dr Fabian Kerwagen dari Comprehensive Heart Failure Center di University Hospital Wurzburg, Jerman.
"Pasangan hidup dapat membantu pasien dalam menaati konsumsi obat yang telah diberikan. Memberikan semangat dan membantu mengembangkan perilaku yang lebih sehat, yang semuanya dapat memengaruhi umur panjang," tambah Dr Fabian Kerwagen.
Dia mengatakan dalam penelitian itu diketahui pasien gagal jantung yang belum menikah menunjukkan interaksi sosial yang lebih sedikit daripada pasien yang sudah menikah . Alhasil mereka kurang percaya diri untuk mengatasi penyakit gagal jantung mereka. "Kami sedang menjajaki, apakah faktor-faktor ini juga dapat menjelaskan sebagian hubungan dengan kelangsungan hidup," terangnya.
Baca juga : Bukan Bajakan, Mobil China Ini Padukan Desain Jeep dan Toyota

Diketahui Pada penelitian itu menunjukkan bahwa kondisi tidak menikah merupakan indikator prognosis yang kurang menguntungkan baik pada populasi umum maupun pada pasien dengan penyakit arteri koroner. Analisis post-hoc dari studi Extended Interdisciplinary Network Heart Failure (E-INH) menyelidiki keterkaitan prognostik antara status perkawinan pada pasien dengan gagal jantung kronis.
Lihat Juga :