Batu Hypatia yang Aneh dari Gurun Sahara Ini Ternyata Berasal dari Ledakan Supernova

Sabtu, 21 Mei 2022 - 12:02 WIB
loading...
Batu Hypatia yang Aneh...
Batu luar angkasa aneh ini yang digali dari Gurun Sahara, Mesir, bisa menjadi bukti pertama di Bumi untuk jenis supernova langka. Foto/Space.com/Romano Serra
A A A
KAIRO - Batu luar angkasa aneh ini yang digali dari Gurun Sahara, Mesir , bisa menjadi bukti pertama di Bumi untuk jenis supernova langka. Komposisi kimia batu Hypatia, yang pertama kali ditemukan di Mesir pada 1996, menunjukkan mengandung debu dan gas dari ledakan spektakuler dari bintang sekarat.

Supernova tipe ini biasanya terjadi di dalam awan debu di lokasi katai putih untuk berbagi orbit dengan bintang yang lebih besar dan lebih muda yang masih memiliki bahan bakar untuk dibakar. Katai putih yang lebih kecil dan lebih padat menggunakan tarikan gravitasinya yang sangat besar untuk mengambil sebagian bahan bakar bintang yang lebih muda.

Tindakan kaniblisme kosmik ini berakhir dengan kehancuran, dengan katai putih sebagai vampir tumbuh cukup besar untuk reaksi nuklir dan menyalakan kembali di intinya. Setelah kilatan terang yang tiba-tiba, ledakan supernova yang sangat besar melemparkan isi kedua bintang ke luar berbaur dan bergabung dengan debu.

Baca juga; Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid

Dalam kasus batu Hypatia, campuran debu dan gas kemungkinan besar melayang melalui ruang selama miliaran tahun sebelum tiba di tata surya Bumi. Setelah terbentuk, kemungkinan besar di suatu tempat di luar tata surya, batu itu akhirnya meluncur ke Bumi, pecah berkeping-keping saat mendarat.

“Dalam arti yang sederhana, bisa dikatakan, kita telah menangkap ledakan supernova, karena atom gas dari ledakan itu terperangkap di awan debu di sekitarnya, yang akhirnya membentuk tubuh induk Hypatia," kata Jan Kramers, seorang ahli geokimia di Universitas Johannesburg di Afrika Selatan, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Sabtu (21/5/2022).

Untuk mengetahui dari mana batu itu berasal, para peneliti melakukan analisis kimia dari sampel kecil batu Hypatia menggunakan teknik non-destruktif. Teknik ini mengungkapkan bahwa batu itu memiliki jumlah silikon, kromium, dan mangan yang luar biasa rendah, elemen langka di tata surya bagian dalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
Delapan Remaja Terluka...
Delapan Remaja Terluka Akibat Ledakan Baterai Ponsel
Australia Kembalikan...
Australia Kembalikan 17 Artefak Firaun Langka ke Mesir
Belanda Kembalikan Patung...
Belanda Kembalikan Patung Mesir Berusia 3.500 Tahun yang Dicuri
Bintang Berukuran 10.000...
Bintang Berukuran 10.000 Kali Lebih Besar dari Matahari Terdeteksi
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Rekomendasi
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Berita Terkini
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved