Gunakan Data Satelit Luar Angkasa Cara Piramida Mesir Dibangun Terungkap!
Jum'at, 22 November 2024 - 10:01 WIB
loading...
Piramida Mesir Kuno . FOTO/ DAILY
A
A
A
WAHYU BUDI SANTOSO - Peneletian penting di Sungai Nil telah memecahkan misteri bagaimana Piramida di Mesir dibangun berabad-abad yang lalu.
BACA JUGA - Piramida Menkaure Bakal Direnovasi, Ini Alasannya
Jalur air yang sekarang sudah kering, yang pernah melintasi Giza mungkin digunakan untuk mengangkut material yang digunakan untuk membangun Piramida.
Kedekatan dengan jalur perairan mungkin juga menunjukkan mengapa terdapat gugusan Piramida di area tertentu di Kairo, karena jumlah air yang besar pasti mampu menopang berbagai blok bangunan yang dibutuhkan untuk struktur raksasa tersebut.
Penemuan ini dilakukan oleh Dr. Eman Ghoneim yang menggunakan data satelit radar dari luar angkasa untuk mempelajari Lembah Nil yang menunjukkan "dunia informasi yang tak terlihat di bawah permukaan." Ghoneim mempresentasikan penelitiannya di Kongres Ahli Mesir Kuno ke-13 awal tahun ini.
Berbicara kepada IFLScience, Ghoneim berkata: "Panjangnya mungkin sangat, sangat panjang, tetapi lebar cabang ini di beberapa area juga sangat besar. Lebarnya sekitar setengah kilometer atau lebih, yang setara dengan lebar aliran Sungai Nil saat ini. Jadi, itu bukan cabang kecil. Itu cabang besar."
Jalur air yang sudah tidak berfungsi ini dijuluki Cabang Ahramat dan membentang dari Giza ke Faiyum dan secara menakjubkan melewati 38 situs piramida yang berbeda.
BACA JUGA - Piramida Menkaure Bakal Direnovasi, Ini Alasannya
Jalur air yang sekarang sudah kering, yang pernah melintasi Giza mungkin digunakan untuk mengangkut material yang digunakan untuk membangun Piramida.
Kedekatan dengan jalur perairan mungkin juga menunjukkan mengapa terdapat gugusan Piramida di area tertentu di Kairo, karena jumlah air yang besar pasti mampu menopang berbagai blok bangunan yang dibutuhkan untuk struktur raksasa tersebut.
Penemuan ini dilakukan oleh Dr. Eman Ghoneim yang menggunakan data satelit radar dari luar angkasa untuk mempelajari Lembah Nil yang menunjukkan "dunia informasi yang tak terlihat di bawah permukaan." Ghoneim mempresentasikan penelitiannya di Kongres Ahli Mesir Kuno ke-13 awal tahun ini.
Berbicara kepada IFLScience, Ghoneim berkata: "Panjangnya mungkin sangat, sangat panjang, tetapi lebar cabang ini di beberapa area juga sangat besar. Lebarnya sekitar setengah kilometer atau lebih, yang setara dengan lebar aliran Sungai Nil saat ini. Jadi, itu bukan cabang kecil. Itu cabang besar."
Jalur air yang sudah tidak berfungsi ini dijuluki Cabang Ahramat dan membentang dari Giza ke Faiyum dan secara menakjubkan melewati 38 situs piramida yang berbeda.
Lihat Juga :