Keren, Ilmuan Kembangkan Multirobot Berkolaborasi Sebagai Satu tim
Sabtu, 25 April 2020 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
“Perbedaan utama antara karya kami baru-baru ini dan penelitian sebelumnya adalah kami menggunakan robot yang sangat sederhana, yang tidak memiliki lokalisasi diri dankemampuan orientasi,” kata Jin.
Dalam perkembangan biologis, sel dipandu ke posisi yang diinginkan oleh jenis bahan kimia disebut morfogen atau lebih khusus gradien morfogen (perubahan konsentrasi morfogen dalam tubuh hewan). Gradien morfogen bisa ditentukan karena mereka dibentuk melalui apa yang dikenal sebagai ‘perkembangan morfologis’.
Para peneliti mengambil inspirasi dari proses yang disebut morfogenesis biologis, karena sel-sel menghasilkan morfogen sendiri ketika organisme berkembang seperti di alam. Mereka mencoba mereplikasi prinsip morfogenesis biologis untuk memandu robot dan membentuk perilaku kelompok mereka.
“Selama pengorganisasian diri dan target, dapat menghasilkan morfogen tepi yang dapat dirasakan robot lain (dalam kisaran penginderaan robot),” kata Jin.
Jin mengungkapkan, robot menerima informasi yang menyimulasikan morfogen dari robot lainnya dan meneruskan informasi tersebut pada robot lain. Robot-robot itu akan menyimulasikan proses reaksi dan difusi morfogen biologis.
Para peneliti berasumsi bahwa robot hanya dapat merasakan objek (target atau robot lain) dalam jangkauan indranya. Mereka menggunakan robot yang disebut kilobot, tidak memiliki kemampuan mengatur diri sendiri dan orientasi.
Dalam perkembangan biologis, sel dipandu ke posisi yang diinginkan oleh jenis bahan kimia disebut morfogen atau lebih khusus gradien morfogen (perubahan konsentrasi morfogen dalam tubuh hewan). Gradien morfogen bisa ditentukan karena mereka dibentuk melalui apa yang dikenal sebagai ‘perkembangan morfologis’.
Para peneliti mengambil inspirasi dari proses yang disebut morfogenesis biologis, karena sel-sel menghasilkan morfogen sendiri ketika organisme berkembang seperti di alam. Mereka mencoba mereplikasi prinsip morfogenesis biologis untuk memandu robot dan membentuk perilaku kelompok mereka.
“Selama pengorganisasian diri dan target, dapat menghasilkan morfogen tepi yang dapat dirasakan robot lain (dalam kisaran penginderaan robot),” kata Jin.
Jin mengungkapkan, robot menerima informasi yang menyimulasikan morfogen dari robot lainnya dan meneruskan informasi tersebut pada robot lain. Robot-robot itu akan menyimulasikan proses reaksi dan difusi morfogen biologis.
Para peneliti berasumsi bahwa robot hanya dapat merasakan objek (target atau robot lain) dalam jangkauan indranya. Mereka menggunakan robot yang disebut kilobot, tidak memiliki kemampuan mengatur diri sendiri dan orientasi.
Lihat Juga :