Dosis Tepat Sinar UV untuk Membunuh Covid-19 Ditemukan
Jum'at, 06 Mei 2022 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
"Efisiensi disinfeksi sangat dipengaruhi oleh media tempat virus itu berada. Kami menggunakan dosis yang sama, intensitas cahaya yang sama, dan panjang gelombang yang sama ketika virus disuspensikan dalam air liur, air, dan media kultur sel, tetapi efisiensinya benar-benar berbeda." " kata Ye.
Hasil terbaik selama penelitian berasal dari panjang gelombang kisaran 260 hingga 280 nanometer, yang biasa digunakan pada lampu UVC LED. Panjang gelombang di bawah 260 nanometer hanya dapat digunakan di ruang kosong karena dapat merusak kulit dan mata manusia.
"Ada begitu banyak perusahaan yang mengaku produk mereka benar-benar mendesinfeksi dan benar-benar aman," kata epala Department of Biomedical Engineering; Associate Professor BME Guy German
"Namun, dalam artikel ini, kami menunjukkan bahwa baik sinar UVC panjang (222 nanometer) dan biasa (254 nanometer) menurunkan integritas mekanik stratum korneum, lapisan atas kulit, menyebabkan kemungkinan retak yang lebih tinggi. Itu berarti bakteri jahat dan mikroorganisme lainnya dapat masuk dan berpotensi menginfeksi kulit Anda." tambahnya.
Berdasarkan hasil penelitian, Ye dan German telah merancang sistem desinfeksi lampu LED yang seharusnya mengurangi kerusakan pada kulit manusia. Mereka melakukan pengujian tambahan sebelum mengajukan patennya.
Hasil terbaik selama penelitian berasal dari panjang gelombang kisaran 260 hingga 280 nanometer, yang biasa digunakan pada lampu UVC LED. Panjang gelombang di bawah 260 nanometer hanya dapat digunakan di ruang kosong karena dapat merusak kulit dan mata manusia.
"Ada begitu banyak perusahaan yang mengaku produk mereka benar-benar mendesinfeksi dan benar-benar aman," kata epala Department of Biomedical Engineering; Associate Professor BME Guy German
"Namun, dalam artikel ini, kami menunjukkan bahwa baik sinar UVC panjang (222 nanometer) dan biasa (254 nanometer) menurunkan integritas mekanik stratum korneum, lapisan atas kulit, menyebabkan kemungkinan retak yang lebih tinggi. Itu berarti bakteri jahat dan mikroorganisme lainnya dapat masuk dan berpotensi menginfeksi kulit Anda." tambahnya.
Berdasarkan hasil penelitian, Ye dan German telah merancang sistem desinfeksi lampu LED yang seharusnya mengurangi kerusakan pada kulit manusia. Mereka melakukan pengujian tambahan sebelum mengajukan patennya.
(wbs)
Lihat Juga :