Kandungan Taring Hitam Cacing Darah Glycera Bikin Ilmuwan Terkejut
Jum'at, 29 April 2022 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Setiap cacing darah memiliki belalai dengan taring hitam di rahangnya. Taring itu, berfungsi untuk menangkap hewan lain dan menyuntik mereka dengan racun yang bisa melumpuhkan.
![Kandungan Taring Hitam Cacing Darah Glycera Bikin Ilmuwan Terkejut]()
Taring berlubang tersebut ringan, namun sangat kuat. Ini karena kandungan melanin dan tembaga. ”Bahan ini tidak biasa untuk rahang hewan. Tembaga umumnya beracun bagi hewan. Sementara melanin juga pigmen yang jarang berfungsi sebagai elemen penting,” kata Waite. Nah, taring cacing darah dilaporkan sebagai satu-satunya yang memiliki kandungan tembaga tinggi.
Ilmuwan tidak yakin mengapa kandungan tembaga di cacing darah sangat tinggi dibanding logam yang lain seperti yang biasa digunakan oleh invertebrata laut seperti besi atau seng. Kemungkinan besar karena reaksi terhadap racun yang tersimpan di taringnya.
“Cacing Glycera bisa menyimpan racun di dalam taring. Dan racun itu bergerak melalui saluran di rahang dalam perjalanan mereka ke mangsanya,” kata Waite.
Untuk menyelidiki bagaimana cacing darah menyatukan taring khas mereka, Waite dan timnya mengidentifikasi urutan genetik yang mengkode protein utama di rahang.
Mereka menemukan komposisi kimia protein cukup sederhana, dengan sekitar 80 persen diwakili oleh dua asam amino. Tim
Selanjutnya para ilmuwan melakukan versi sederhana dari proses pembentukan rahang. Mereka menambahkan tembaga dan protein buatan mereka, lantas mengamati bahwa kedua bahan menjadi terkonsentrasi menjadi tetesan kecil. Ketika ditambahkan molekul yang disebut Dopa (yang sering diubah hewan lain menjadi melanin), tetesan jadi lebih gelap dan membentuk lapisan padat.

Taring berlubang tersebut ringan, namun sangat kuat. Ini karena kandungan melanin dan tembaga. ”Bahan ini tidak biasa untuk rahang hewan. Tembaga umumnya beracun bagi hewan. Sementara melanin juga pigmen yang jarang berfungsi sebagai elemen penting,” kata Waite. Nah, taring cacing darah dilaporkan sebagai satu-satunya yang memiliki kandungan tembaga tinggi.
Ilmuwan tidak yakin mengapa kandungan tembaga di cacing darah sangat tinggi dibanding logam yang lain seperti yang biasa digunakan oleh invertebrata laut seperti besi atau seng. Kemungkinan besar karena reaksi terhadap racun yang tersimpan di taringnya.
“Cacing Glycera bisa menyimpan racun di dalam taring. Dan racun itu bergerak melalui saluran di rahang dalam perjalanan mereka ke mangsanya,” kata Waite.
Untuk menyelidiki bagaimana cacing darah menyatukan taring khas mereka, Waite dan timnya mengidentifikasi urutan genetik yang mengkode protein utama di rahang.
Mereka menemukan komposisi kimia protein cukup sederhana, dengan sekitar 80 persen diwakili oleh dua asam amino. Tim
Selanjutnya para ilmuwan melakukan versi sederhana dari proses pembentukan rahang. Mereka menambahkan tembaga dan protein buatan mereka, lantas mengamati bahwa kedua bahan menjadi terkonsentrasi menjadi tetesan kecil. Ketika ditambahkan molekul yang disebut Dopa (yang sering diubah hewan lain menjadi melanin), tetesan jadi lebih gelap dan membentuk lapisan padat.
Lihat Juga :