Mengungkap Misteri Yeti, Monster Salju Penghuni Pegunungan Himalaya
Kamis, 28 April 2022 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bukunya "Still Living? Yeti, Sasquatch, and the Neanderthal Enigma" (1983, Thames and Hudson), peneliti Myra Shackley menuliskan deskripsi makhluk tersebut. Dilaporkan oleh dua pendaki gunung melihat dua makhluk bergerak melintasi salju sekitar satu seperempat mil di bawah mereka.
BACA JUGA : Begini Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Biar Jualan Makin Cuan
"Tingginya tidak kurang dari delapan kaki, kepala digambarkan sebagai 'persegi' dan bahunya menurun tajam, ditutupi oleh rambut cokelat kemerahan yang membentuk bulu tubuh yang rapat bercampur dengan rambut lurus panjang yang menjuntai ke bawah," tulis buku tersebut.
Digambarkan pula, kepala ditutupi dengan rambut panjang tetapi wajah dan dada tidak terlalu berbulu sama sekali. Berwarna coklat kemerahan dan berkaki dua, sibuk mencabut akar dan kadang-kadang memancarkan tangisan bernada tinggi yang keras.
Pendaki gunung legendaris Reinhold Messner, yang menghabiskan waktu berbulan-bulan di Nepal dan Tibet menyimpulkan bahwa beruang besar dan jejaknya sering disalahartikan sebagai Yeti . Dia menggambarkan pertemuannya sendiri dengan makhluk besar yang tidak dapat diidentifikasi dalam bukunya "My Quest for the Yeti: Confronting the Himalayas' Deepest Mystery" (St. Martin's, 2001).
Pada bulan Maret 1986, Anthony Wooldridge, seorang pejalan kaki di Himalaya, melihat apa yang dia pikir sebagai Yeti berdiri di salju dekat punggung bukit sekitar 152 meter jauhnya. Itu tidak bergerak atau membuat suara, tapi Wooldridge melihat jejak aneh di salju yang sepertinya mengarah ke sosok itu.
Dia mengambil dua foto makhluk itu, yang kemudian dianalisis dan terbukti asli. Banyak orang di komunitas Bigfoot menangkap foto-foto itu sebagai bukti nyata adanya Yeti, termasuk John Napier, seorang ahli anatomi dan antropolog yang pernah menjabat sebagai direktur biologi primata di Smithsonian Institution.
BACA JUGA : Begini Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Biar Jualan Makin Cuan
"Tingginya tidak kurang dari delapan kaki, kepala digambarkan sebagai 'persegi' dan bahunya menurun tajam, ditutupi oleh rambut cokelat kemerahan yang membentuk bulu tubuh yang rapat bercampur dengan rambut lurus panjang yang menjuntai ke bawah," tulis buku tersebut.
Digambarkan pula, kepala ditutupi dengan rambut panjang tetapi wajah dan dada tidak terlalu berbulu sama sekali. Berwarna coklat kemerahan dan berkaki dua, sibuk mencabut akar dan kadang-kadang memancarkan tangisan bernada tinggi yang keras.
Pendaki gunung legendaris Reinhold Messner, yang menghabiskan waktu berbulan-bulan di Nepal dan Tibet menyimpulkan bahwa beruang besar dan jejaknya sering disalahartikan sebagai Yeti . Dia menggambarkan pertemuannya sendiri dengan makhluk besar yang tidak dapat diidentifikasi dalam bukunya "My Quest for the Yeti: Confronting the Himalayas' Deepest Mystery" (St. Martin's, 2001).
Pada bulan Maret 1986, Anthony Wooldridge, seorang pejalan kaki di Himalaya, melihat apa yang dia pikir sebagai Yeti berdiri di salju dekat punggung bukit sekitar 152 meter jauhnya. Itu tidak bergerak atau membuat suara, tapi Wooldridge melihat jejak aneh di salju yang sepertinya mengarah ke sosok itu.
Dia mengambil dua foto makhluk itu, yang kemudian dianalisis dan terbukti asli. Banyak orang di komunitas Bigfoot menangkap foto-foto itu sebagai bukti nyata adanya Yeti, termasuk John Napier, seorang ahli anatomi dan antropolog yang pernah menjabat sebagai direktur biologi primata di Smithsonian Institution.
Lihat Juga :