Gunung Berapi Bawah Laut di Antartika Picu 85.000 Gempa Bumi
Kamis, 28 April 2022 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Dua gempa bumi terbesar dalam rangkaian tersebut adalah gempa berkekuatan 5,9 pada Oktober 2020 dan gempa berkekuatan 6,0 pada November. Setelah gempa November, aktivitas seismik berkurang. Gempa tampaknya menggerakkan tanah di Pulau King George sekitar 4,3 inci (11 sentimeter).
Hanya 4% dari perpindahan itu yang dapat dijelaskan secara langsung oleh gempa bumi. Para ilmuwan menduga pergerakan magma ke dalam kerak sebagian besar merupakan penyebab pergeseran dramatis dari tanah. “Apa yang kami pikirkan adalah bahwa magnitudo 6 entah bagaimana menciptakan beberapa rekahan dan mengurangi tekanan dari tanggul magma,” kata Cesca.
Kawanan gempa bumi itu terjadi di sekitar Orca Seamount, sebuah gunung berapi tidak aktif yang menjulang 900 meter dari dasar laut di Selat Bransfield. Sebuah lorong sempit antara Kepulauan Shetland Selatan dan ujung barat laut Antartika.
Baca juga; Ilmuwan Ungkap Misteri Lenyapnya Air Danau Besar di Antartika
Menurut sebuah studi 2018 di jurnal Polar Science, di wilayah ini, lempeng tektonik Phoenix menyelam di bawah lempeng Antartika benua, menciptakan jaringan zona patahan. Kemudian, meregangkan beberapa bagian kerak dan membuka celah di tempat lain.
Hanya 4% dari perpindahan itu yang dapat dijelaskan secara langsung oleh gempa bumi. Para ilmuwan menduga pergerakan magma ke dalam kerak sebagian besar merupakan penyebab pergeseran dramatis dari tanah. “Apa yang kami pikirkan adalah bahwa magnitudo 6 entah bagaimana menciptakan beberapa rekahan dan mengurangi tekanan dari tanggul magma,” kata Cesca.
Kawanan gempa bumi itu terjadi di sekitar Orca Seamount, sebuah gunung berapi tidak aktif yang menjulang 900 meter dari dasar laut di Selat Bransfield. Sebuah lorong sempit antara Kepulauan Shetland Selatan dan ujung barat laut Antartika.
Baca juga; Ilmuwan Ungkap Misteri Lenyapnya Air Danau Besar di Antartika
Menurut sebuah studi 2018 di jurnal Polar Science, di wilayah ini, lempeng tektonik Phoenix menyelam di bawah lempeng Antartika benua, menciptakan jaringan zona patahan. Kemudian, meregangkan beberapa bagian kerak dan membuka celah di tempat lain.
Lihat Juga :