Semakin Kecil Kalajengking, Semakin Mematikan Racunnya
Senin, 25 April 2022 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Racun yang ditemukan pada spesies dengan penjepit terkecil, termasuk kalajengking ekor tebal Afrika Selatan, sepuluh kali lebih kuat daripada yang memiliki penjepit terbesar dan paling kuat, seperti kalajengking emas Israel.
Dr Kevin Healy, Dosen Zoologi di NUI Galway dan penulis senior studi tersebut, mengatakan ada alasan evolusioner yang baik untuk menjelaskan kebenaran ini. Kalajengking menggunakan sengatan berbisa dan penjepit untuk mempertahankan diri dan menangkap mangsa, tetapi ada pertukaran evolusioner antara kedua senjata ini.
Baca juga; Kalajengking Serbu Desa di Mesir Usai Penemuan Kuil Matahari, Kutukan Firaun?
Lebih banyak energi digunakan untuk membuat penjepit yang lebih besar, maka menghasilkan lebih sedikit energi untuk menggunakan senjata kimianya (racun). Ini berarti kalajengking yang lebih besar menggunakan ukuran fisik mereka untuk pertahanan dan kurang bergantung pada racun.
Sementara spesies yang lebih kecil telah mengembangkan racun yang lebih kuat untuk perlindungan mereka sendiri. “Ketika kami melihat racun kalajengking yang paling kuat dan berbahaya, kami menemukan bahwa mereka cenderung terkait dengan spesies seperti deathstalker yang relatif kecil,” kata Dr Healy.
Dr Kevin Healy, Dosen Zoologi di NUI Galway dan penulis senior studi tersebut, mengatakan ada alasan evolusioner yang baik untuk menjelaskan kebenaran ini. Kalajengking menggunakan sengatan berbisa dan penjepit untuk mempertahankan diri dan menangkap mangsa, tetapi ada pertukaran evolusioner antara kedua senjata ini.
Baca juga; Kalajengking Serbu Desa di Mesir Usai Penemuan Kuil Matahari, Kutukan Firaun?
Lebih banyak energi digunakan untuk membuat penjepit yang lebih besar, maka menghasilkan lebih sedikit energi untuk menggunakan senjata kimianya (racun). Ini berarti kalajengking yang lebih besar menggunakan ukuran fisik mereka untuk pertahanan dan kurang bergantung pada racun.
Sementara spesies yang lebih kecil telah mengembangkan racun yang lebih kuat untuk perlindungan mereka sendiri. “Ketika kami melihat racun kalajengking yang paling kuat dan berbahaya, kami menemukan bahwa mereka cenderung terkait dengan spesies seperti deathstalker yang relatif kecil,” kata Dr Healy.
Lihat Juga :