Aktivitas Matahari Meningkat, Gelombang Plasma Raksasa Menghantam Merkurius
Jum'at, 15 April 2022 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Dampak Letusan Matahari, 2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi
Makalah pertama menunjukkan bahwa Merkurius memiliki arus cincin yang mampu memicu badai geomagnetik. Arus cincin merupakan aliran partikel bermuatan berbentuk donat yang mengalir di sekitar garis medan antara kutub planet.
"Prosesnya sangat mirip dengan di sini di Bumi. Perbedaan utama dengan Bumi adalah dari ukuran dan Merkurius memiliki medan magnet yang lemah dan hampir tidak ada atmosfer," kata Hui Zhang, rekan penulis studi dan profesor fisika ruang angkasa di Institut Geofisika Universitas Alaska Fairbanks dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Jumat (15/4/2022).
Di planet yang memiliki medan magnet kuat, seperti Bumi, CME diserap dan memicu badai geomagnetik yang kuat. Selama badai ini, medan magnet bumi dikompresi sedikit oleh gelombang partikel berenergi tinggi.
Sementara itu, Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional mngatakan, aktivitas matahari telah meningkat jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Matahari bergerak di antara aktivitas tertinggi dan terendah dalam siklus 11 tahun, tetapi mekanisme yang mendorong siklus matahari ini belum dipahami dengan baik para ilmuwan.
Makalah pertama menunjukkan bahwa Merkurius memiliki arus cincin yang mampu memicu badai geomagnetik. Arus cincin merupakan aliran partikel bermuatan berbentuk donat yang mengalir di sekitar garis medan antara kutub planet.
"Prosesnya sangat mirip dengan di sini di Bumi. Perbedaan utama dengan Bumi adalah dari ukuran dan Merkurius memiliki medan magnet yang lemah dan hampir tidak ada atmosfer," kata Hui Zhang, rekan penulis studi dan profesor fisika ruang angkasa di Institut Geofisika Universitas Alaska Fairbanks dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Jumat (15/4/2022).
Di planet yang memiliki medan magnet kuat, seperti Bumi, CME diserap dan memicu badai geomagnetik yang kuat. Selama badai ini, medan magnet bumi dikompresi sedikit oleh gelombang partikel berenergi tinggi.
Sementara itu, Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional mngatakan, aktivitas matahari telah meningkat jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Matahari bergerak di antara aktivitas tertinggi dan terendah dalam siklus 11 tahun, tetapi mekanisme yang mendorong siklus matahari ini belum dipahami dengan baik para ilmuwan.
(wib)
Lihat Juga :