Algoritma Baru Mampu Deteksi Tingkat Depresi Pengguna Twitter
Selasa, 12 April 2022 - 05:02 WIB
loading...
A
A
A
Salah satunya disusun oleh Johns Hopkins University ternama di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015.
Hingga 80 persen informasi di setiap basis data digunakan untuk mengajar bot dan 20 persen lainnya untuk menguji keakuratannya.
“Kami menguji algoritme pada dua basis data besar dan membandingkan hasil kami dengan teknik deteksi depresi lainnya.
"Dalam setiap kasus, kami telah berhasil mengatasi teknik yang ada dalam akurasi klasifikasi," kata Profesor Abdul Sadka, direktur Brunel Digital Futures Institute.
Tim mengatakan bahwa sistem memiliki potensi untuk mengekspos depresi pengguna sebelum mereka memposting sesuatu ke domain publik. Ini berarti platform seperti Twitter dan Facebook dapat secara proaktif menyajikan masalah kesehatan mental pengguna.
Hingga 80 persen informasi di setiap basis data digunakan untuk mengajar bot dan 20 persen lainnya untuk menguji keakuratannya.
“Kami menguji algoritme pada dua basis data besar dan membandingkan hasil kami dengan teknik deteksi depresi lainnya.
"Dalam setiap kasus, kami telah berhasil mengatasi teknik yang ada dalam akurasi klasifikasi," kata Profesor Abdul Sadka, direktur Brunel Digital Futures Institute.
Tim mengatakan bahwa sistem memiliki potensi untuk mengekspos depresi pengguna sebelum mereka memposting sesuatu ke domain publik. Ini berarti platform seperti Twitter dan Facebook dapat secara proaktif menyajikan masalah kesehatan mental pengguna.
(wbs)
Lihat Juga :